logo seputarnusantara.com

Bahrum Daido : Kalau Merpati Bisa Bayar Hutangnya, Silahkan Terbang Lagi

Bahrum Daido : Kalau Merpati Bisa Bayar Hutangnya, Silahkan Terbang Lagi

DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat

23 - Nov - 2018 | 04:00 | kategori:Headline
Jakarta. Seputar Nusantara. PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA) memenangkan gugatan di Pengadilan Surabaya- Jawa Timur.
Kemenangan PT. Merpati, membuat lega sejumlah kalangan, termasuk para karyawan dan juga pihak- pihak yang mendapat manfaat dari Merpati.
Menurut DR. Ir. H. Bahum Daido, M. Si., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, bahwa kalau memang PT. Merpati mampu membayar hutang- hutangnya, tidak masalah terbang lagi.
” Kalau Merpati ada duit, ya silahkan saja. Yang penting pembayaran hutang- hutangnya diselesaikan terlebih dahulu, kemudian mau terbang lagi, sah- sah saja,” ungkap Bahrum Daido kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Kamis 22 November 2018.
Bahrum lebih lanjut memaparkan, pembayaran hutang PT. Merpati harus dijadwalkan kembali dan diselesaikan. Karena masih banyak hutang PT. Merpati, artinya itu juga menjadi tanggungjawab pemerintah, karena PT. Merpati ini termasuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
” Jadwal kembali pembayaran hutang PT. Merpati. Kalau memang ada investor yang mau investasi ke PT. Merpati enam triliun lebih, mampu gak untuk menutupi hutang- hutang Merpati, ini harus diperjelas lagi,” ucap Bahrum Daido, Politisi Partai Demokrat ini.
Bahrum tidak mempermasalahkan kalau Merpati mau terbang lagi. Karena memang masih dibutuhkan untuk penerbangan khususnya di wilayah Indonesia Timur, terutama penerbangan perintis.
Bahkan, tambahnya, untuk Wilayah Indonesia Barat dan Tengah, juga masih membutuhkan Merpati.
” Yang penting, penerbangan itu harus memprioritaskan keselamatan. Karena keselamatan penerbangan ini hal yang sangat vital,” tegas Anggota Komisi V DPR RI ini.
Jadi, imbuhnya, jangan sampai gara- gara mengejar harga tiket murah (low cost), tetapi tidak memperhatikan faktor keselamatan penerbangan.
” Lebih baik tiket mahal (high cost), tetapi keselamatan penerbangan terjamin. Sebab, dengan high cost, otomatis dari segi maintanance juga bagus, manajemen bagus, SDM penerbangan berkualitas dan hal- hal lain juga mempunyai standart kualitas yang tinggi,” tandasnya.
Jadi, menurutnya, lintas sektoral harus sinergi supaya penerbangan mempunyai kualitas yang bagus. Baik itu otoritas Bandara, Maskapai, Kementerian Perhubungan dan instansi- instansi lain yang terkait dengan penerbangan.
” Jangan sampai mengejar tiket murah, tapi uji nyali. Ini yang harus dipertimbangkan oleh masyarakat. Sebab, faktor keselamatan penerbangan tidak terlepas dari biaya yang mahal dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan,” pungkas Bahrum Daido. (Aziz)

Jakarta. Seputar Nusantara. PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA) memenangkan gugatan di Pengadilan Surabaya- Jawa Timur.

Kemenangan PT. Merpati, membuat lega sejumlah kalangan, termasuk para karyawan dan juga pihak- pihak yang mendapat manfaat dari Merpati.

Menurut DR. Ir. H. Bahum Daido, M. Si., Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, bahwa kalau memang PT. Merpati mampu membayar hutang- hutangnya, tidak masalah terbang lagi.

” Kalau Merpati ada duit, ya silahkan saja. Yang penting pembayaran hutang- hutangnya diselesaikan terlebih dahulu, kemudian mau terbang lagi, sah- sah saja,” ungkap Bahrum Daido kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Kamis 22 November 2018.

Bahrum lebih lanjut memaparkan, pembayaran hutang PT. Merpati harus dijadwalkan kembali dan diselesaikan. Karena masih banyak hutang PT. Merpati, artinya itu juga menjadi tanggungjawab pemerintah, karena PT. Merpati ini termasuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

” Jadwal kembali pembayaran hutang PT. Merpati. Kalau memang ada investor yang mau investasi ke PT. Merpati enam triliun lebih, mampu gak untuk menutupi hutang- hutang Merpati, ini harus diperjelas lagi,” ucap Bahrum Daido, Politisi Partai Demokrat ini.

Bahrum tidak mempermasalahkan kalau Merpati mau terbang lagi. Karena memang masih dibutuhkan untuk penerbangan khususnya di wilayah Indonesia Timur, terutama penerbangan perintis.

Bahkan, tambahnya, untuk Wilayah Indonesia Barat dan Tengah, juga masih membutuhkan Merpati.

” Yang penting, penerbangan itu harus memprioritaskan keselamatan. Karena keselamatan penerbangan ini hal yang sangat vital,” tegas Anggota Komisi V DPR RI ini.

Jadi, imbuhnya, jangan sampai gara- gara mengejar harga tiket murah (low cost), tetapi tidak memperhatikan faktor keselamatan penerbangan.

” Lebih baik tiket mahal (high cost), tetapi keselamatan penerbangan terjamin. Sebab, dengan high cost, otomatis dari segi maintanance juga bagus, manajemen bagus, SDM penerbangan berkualitas dan hal- hal lain juga mempunyai standart kualitas yang tinggi,” tandasnya.

Jadi, menurutnya, lintas sektoral harus sinergi supaya penerbangan mempunyai kualitas yang bagus. Baik itu otoritas Bandara, Maskapai, Kementerian Perhubungan dan instansi- instansi lain yang terkait dengan penerbangan.

” Jangan sampai mengejar tiket murah, tapi uji nyali. Ini yang harus dipertimbangkan oleh masyarakat. Sebab, faktor keselamatan penerbangan tidak terlepas dari biaya yang mahal dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan,” pungkas Bahrum Daido. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline