Totok Daryanto : Rakernas PAN Tidak Untuk Tetapkan Pilihan Koalisi/ Oposisi

H. Totok Daryanto, SE., Wakil Ketua Baleg (Badan Legislasi) DPR RI dari Fraksi PAN
Jakarta. Seputar Nusantara. Tidak lama lagi PAN (Partai Amanat Nasional) akan menyelenggarakan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) setelah menyelesaikan tugas besarnya bertarung dalam Pemilu 2019.
Dalam Pemilu yang lalu PAN berada pada posisi kubu 02, yang secara legal konstitusional telah dinyatakan kalah dari kubu 01.
Rakernas PAN digelar untuk menyatukan sikap seluruh kader PAN terhadap hasil Pemilu yang baru lalu.
Agenda Rakernas PAN akan ditetapkan melalui rapat DPP yang tentu tidak lama lagi pula akan dilaksanakan.
Hal tersebut disampaikan oleh H. Totok Daryanto, SE., Wakil Ketua Baleg (Badan Legislasi) DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional).
Totok memaparkan bahwa belakangan ini banyak dipublikasikan wacana yang berseteru yang disampaikan oleh para elite PAN, tarik menarik antara keinginan berkoalisi atau beroposisi terhadap pemerintahan Presiden Jokowi Jilid 2.
” Seperti yang dinyatakan oleh pendiri PAN Pak Amien Rais, mengajak PAN berada di luar pemerintahan menjalankan oposisi sebagai wujud dari pelaksanaan demokrasi yang sehat. Sementara Ketua Umum PAN Mas Zulkifly Hasan beserta pengurus-pengurus DPP lainnya cenderung bersikap realistis agar PAN berkoalisi dengan pemerintah,” ucap Totok Daryanto.
” Melihat kenyataan ini, sebagai kader PAN yang terbilang senior, saya menyarankan agar Rakernas PAN tidak perlu mengagendakan untuk memilih sikap antara berkoalisi atau beroposisi. Agenda menentukan pilihan ini akan membawa seluruh kader PAN se Indonesia yang diwakili oleh para utusan Rakernas, berada pada posisi yang sulit yang berpeluang menimbulkan perpecahan. Bila ada keputusan aklamasi pun, apa pun pilihannya, dipastikan akan ada statemen dari para kader PAN yang mengingkari keputusan aklamasi tersebut,” tegasnya.
” Saya melihat alur pemiikiran yang berkembang di antara tokoh-tokoh PAN yang menginginkan koalisi atau oposisi sudah bergeser ke arah substansi dalam keyakinan berdemokrasi. Bukan lagi pada tataran pertimbangan pragmatis-politis berdasarkan keinginan atau tawaran kursi kabinet. Oleh karena itu, menggelar Rakernas dengan agenda membahas koalisi atau oposisi akan berubah menjadi semacam ajang seminar. Masing-masing posisi akan memperkaya argumentasinya untuk membenarkan posisi yang diambilnya,” terang Totok Daryanto.
Jadi, menurutnya, Rakernas PAN dengan agenda menentukan pilihan antara oposisi atau koalisi, merupakan agenda yang tidak produktif untuk kepentingan konsolidasi partai. Dia menyarankan agar DPP memilih agenda yang lebih cerdas dan lebih esensial, melampaui jebakan pikiran yang emosional dan situasional.
Tema Rakernas sebaiknya difokuskan kepada judul besar konsolidasi partai untuk kepentingan jangka panjang bagi bangsa dan negara Indonesia. PAN harus dikembalikan kepada jati dirinya sebagai partai reformasi, yang selalu mengedepankan inovasi dan solusi terhadap problem bangsa yang semakin kompleks.
” PAN harus mampu melihat problem besar dalam kehidupan politik kita dewasa ini, dan memberikan tawaran gagasan yang kreatif. Fenomena Pemilu 2019, jangan dilihat pada hasilnya semata (partai apa menghasilkan kursi berapa?) Tetapi lihatlah pada cara mendapatkan kursi yang dilakukan oleh setiap partai. Kita harus dapat melihat gambar besarnya dulu, bahwa pemilu sebagai pelaksanaan perintah konstitusi ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat,” imbuhnya.
Dalam kenyataannya, terang Politisi PAN ini, pada beberapa pemilu yang lalu di era reformasi, sejak ditetapkan sistem pemilu calon terbuka dan dipilih langsung, ada kecenderungan yang semakin menguat biaya politik semakin mahal. Transaksi jual-beli suara merebak di mana-mana dan semakin terbuka. Maka banyak pengamat mengatakan Pemilu 2019 adalah pemilu yang paling brutal.
Sedangkan dari sisi tujuan bernegara dan tujuan berdemokrasi, tandasnya, dalam rangka melaksanakan perintah konstitusi, tidak ada satu pun partai politik boleh merasa bangga dalam prestasinya meraih kursi. Hampir semua partai politik mengandalkan pada kekuatan uang untuk berkompetisi dalam pemilu. Inilah penyakit kronis demokrasi di Indonesia, yang menjadi akar masalah korupsi para penyelenggara negara.
” Rakernas PAN seyogyanya dapat membahas persoalan penyakit kronis demokrasi di Indonesia ini. Partai politik harus mampu menjadi partai kader dan melakukan reorientasi dan reorganisasi terhadap struktur kepengurusannya dari pusat hingga daerah. Konsolidasi partai dalam Rakernas PAN harus dimaknai sebagai tonggak untuk melakukan perubahan mindset, sikap dan perilaku seluruh kader partai agar partai politik dapat menjalankan fungsi-fungsi politik yang kongkret untuk kepentingan masyarakat. Struktur partai di tingkat pusat hingga terbawah harus memiliki tugas politik yang jelas. Dengan demikian rakyat yang cerdas memilih wakilnya berdasarkan pertimbangan politik, bukan berdasarkan pertimbangan uang,” paparnya.
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2026 Untuk Lestarikan Bahasa Jawa. Peserta Lomba Diharapkan Harumkan Nama Purworejo di Tingkat Provinsi Jawa Tengah
- TelkomGroup dan China Unicom Menjalin Kemitraan Strategis untuk Memperkuat Ekosistem Digital Indonesia. Kemitraan ini Menggabungkan Kapabilitas Infrastruktur dan Pemahaman Pasar TelkomGroup dengan Jaringan Global China Unicom yang Melayani Lebih dari 1,2 Miliar Pengguna di Dunia
- Peringati Hari Sungai dan World Cleanup Day, TelkomGroup Angkut 5,1 Ton Sampah dari Kali Krukut. Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, TelkomGroup Melibatkan Karyawan dan Masyarakat Setempat Dalam Aksi Bersih Perairan di Sekitar The Telkom Hub
- Hampir Seratus Kejadian Kebakaran di Kabupaten Purworejo Berhasil Dijinakkan oleh Pasukan Damkar. Sekarang Musim Panas Ekstrem, Masyarakat Dihimbau Hati- hati Terhadap Bahaya Kebakaran
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026