logo seputarnusantara.com

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo : Produktifitas Padi Rata- Rata 7,44 Ton/ Hektar. Saya Yakin Petani itu Kuat, Luar Biasa, dan Pejuang Yang Tangguh

31 - Mei - 2023 | 18:15 | kategori:Headline

Keterangan foto : Hadi Sadsila, SP., MM., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah

Purworejo. Seputar Nusantara. Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan bersama BPS (Badan Pusat Statistik), Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah mampu menghasilkan produktivitas padi seberat 6.4 ton/ Ha sampai dengan 8.3 ton/ Ha atau rata-rata 7,44 ton/ Ha.

Menurut Hadi Sadsila, SP., MM., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah bahwa hasil produktifitas padi rata- rata sebesar 7,44 ton/ Hektar itu masih bisa ditingkatkan lagi. Artinya, produktifitas padi di Purworejo bisa lebih dari 7,44 ton/ Hektar jika para petani bisa lebih efektif dan menggunakan teknologi pertanian dalam mengelola areal pertaniannya.

” Sebenarnya rata- rata produktifitas padi bisa lebih dari 8 ton/ Hektar. Hal ini yang terus kita upayakan dan kita tingkatkan produktifitasnya di Purworejo,” ungkap Hadi Sadsila kepada seputarnusantara.com di ruang kerjanya, pada Rabu 31 Mei 2023.

Hadi Sadsila lebih lanjut menjelaskan bahwa peningkatan produktifitas pertanian itu tergantung pada beberapa aspek, diantaranya adalah kondisi lahan pertanian. Apakah lahan pertanian tersebut mendapatkan pasokan air dengan bagus atau tidak.

” Sebab, kunci dari bagusnya produktifitas padi adalah masalah air, ini harus tercukupi. Kemudian masalah pupuk juga harus terpenuhi, kita dorong untuk penggunaan pupuk organik, ini lebih alami dan masyarakat banyak yang memiliki pupuk organik,” terangnya.

Kalau menggunakan pupuk organik, tambahnya, hasil panennya lebih sehat, rasa padinya lebih enak dan harga padinya bisa lebih tinggi. Kalau masalah pupuk ini bisa diatasi dengan berbagai alternatif, jika pupuk anorganik langka dan mahal, maka petani bisa menggunakan pupuk organik.

” Namun kalau masalah air itu harus tercukupi, karena tidak ada alternatif lain kalau persoalan air. Maka kami berharap, setelah Bendungan di Kecamatan Bener selesai dibangun dan dapat berfungsi, diharapkan bisa mengairi seluruh areal persawahan di Kabupaten Purworejo,” ucap Hadi Sadsila.

Lebih jauh dirinya memaparkan, kalau Bendungan di Kecamatan Bener nantinya betul- betul dapat mengintensifkan pasokan air ke areal persawahan di wilayah Purworejo, diharapkan produktifitas padi bisa lebih meningkat lagi.

” Untuk meningkatkan produktifitas padi, kita gencarkan pelatihan- pelatihan kepada kelompok tani, sehingga para petani bisa memiliki ‘cerdas iklim’. Disamping itu, para petani harus mempunyai semangat organik, cara tanam yang baik, mampu memilih varietas padi yang sesuai dengan kondisi lahannya dan pola panennya,” urai Hadi Sadsila.

Selanjutnya dia menegaskan agar petani tidak tergantung pada pupuk kimia. Karena lama- kelamaan pupuk kimia akan berkurang jumlahnya, kurang sehat dan pupuk kimia bisa merusak lahan. Oleh karena itu petani harus kembali ke alam yaitu penggunaan pupuk organik.

” Saya berpesan kepada para petani agar efektif dalam menggunakan air. Karena masalah pengairan ini menjadi leading sector Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sehingga ada pengaturannya. Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait masalah pengairan pertanian ini,” jelasnya.

” Sudah banyak sumur- sumur dangkal untuk mengairi areal pertanian. Kami berharap agar para petani memanfaatkan sumur dangkal untuk menjaga produksi pertanian. Saya yakin petani itu kuat, luar biasa dan pejuang yang tangguh. Jadi dalam menghadapi berbagai situasi, para petani sudah punya solusi. Pemerintah dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo selalu mendampingi petani, memfasilitasi dan kolaborasi,” pungkas Hadi Sadsila di penghujung Wawancara dengan seputarnusantara.com (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline