H. Sulaeman Hamzah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan Ke-11 Tahun 2025 Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika Bertujuan Menanamkan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara
16 - Des - 2025 | 21:00 | kategori:Headline
Keterangan foto : H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem (kedua dari kanan), saat menjadi Nara Sumber dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Merauke- Provinsi Papua Selatan, pada Senin 15 Desember 2025
Merauke- Papua Selatan. Seputar Nusantara. Anggota MPR RI (Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia) H. Sulaeman L. Hamzah (Fraksi Partai NasDem) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah pertama, dalam rangka pelaksanaan tugas pengkajian mengenai sistem ketatanegaraan dan penyerapan aspirasi masyarakat, kemudian kedua, untuk lebih memasyarakatkan dan membudayakan pentingnya membangun komunikasi antara masyarakat dengan wakilnya dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan yang ketiga, untuk mendapatkan masukan dan saran dari masyarakat terhadap pelaksanaan Pancasila, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan Bhineka Tunggal Ika.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para peserta yang terdiri dari unsur- unsur : nelayan dan keluarga nelayan di Distrik Merauke, kemudian tokoh adat dan tokoh masyarakat di sekitaran Distrik Merauke dan juga Media lokal. Sedangkan penyelenggara kegiatan adalah Pengurus Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Merauke- Provinsi Papua Selatan.
Sosialisasi 4 Konsensus Kebangsaan
ke- 11 (sebelas) dilaksanakan di aula Rumah Aspirasi H. Sulaeman L Hamzah
Jalan Noari Kelurahan Karang Indah, Distrik Merauke Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025. Sedangkan Nara Sumbernya adalah Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem H. Sulaeman L Hamzah. Dan jumlah peserta yang hadir : 150 (seratus lima puluh) orang.

Keterangan foto : H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem (di podium), saat memberikan sambutan dan paparan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Merauke- Provinsi Papua Selatan, pada Senin 15 Desember 2025
Dalam paparannya, Sulaeman Hamzah menyampaikan bahwa Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara dan dasar hukum bagi Bangsa
Indonesia yang lahir dari sejarah Indonesia yang panjang. Pancasila menjadi cerminan
diri individu warga negara bangsa Indonesia. Dalam penerapannya, nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah perwakilan dari kehidupan bangsa Indonesia sehari- hari. Namun seiring berjalannya waktu berbagai aspek kehidupan seperti sosial, budaya,
ekonomi, politik, dan lain- lain berubah melalui perkembangan teknologi saat ini.
” Nilai- nilai Pancasila seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, serta Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang harusnya pada era saat ini menjadi nilai- nilai yang penting dalam menghadapi teknologi dan era globalisasi, namun, pada realitasnya, banyak masyarakat urban meninggalkan nilai- nilai ini dan beralih ke nilai- nilai yang mereka anggap lebih luas dan bebas. Serta beranggapan bahwa sebuah kebebasan adalah hal yang tidak terukur,” ungkap Sulaeman Hamzah dengan tegas.
Hakikatnya, lanjut Politisi Partai NasDem ini, Pancasila hadir sebagai benteng pertahanan pertama dalam menghadapi buruknya dampak teknologi dan budaya
yang baru. Contoh besar dan konkret buruknya teknologi adalah kerusakan alam. Semakin canggih alat dan perangkat yang diciptakan oleh manusia, maka semakin besar kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menciptakan sebuah inovasi. Seperti penggundulan hutan, kerusakan ekosistem laut, punahnya hewan- hewan, dan lain sebagainya.
” Hal yang ingin saya soroti adalah kerusakan ekosistem laut. Hubungan nilai- nilai Pancasila dengan keberlangsungan ekosistem laut adalah, bahwa ekosistem merupakan sebuah rantai besar kehidupan yang berawal dari organisme paling kecil hingga organisme besar yang kemudian kembali pada awal bagaimana oganisme itu ada. Pada laut, ekosistem ini sangat mempengaruhi bagaimana laut “bergerak”. Laut akan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia apabila ekosistemnya
berjalan dengan baik,” ucapnya.

Keterangan foto : DR. Fauzun Nihayah, M.Si., Wakil Bupati Merauke, (di podium), saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Merauke- Provinsi Papua Selatan, pada Senin 15 Desember 2025
Lebih jauh Sulaeman Hamzah memaparkan bahwa Pancasila mempunyai jejak sejarah yang panjang sebagai azas ideologi yang digunakan dalam beraktifitas sebagai Warga Negara Indonesia dan bangsa Indonesia. Keistimewaan ini menjadikan Pancasila memiliki gambaran tersendiri pada bangsa Indonesia. Hal ini dipengaruhi karena nilai- nilai yang ada pada kelima azas dalam Pancasila menggambarkan karakter bangsa dalam garis besar. Nilai- nilai ini juga mendorong Bangsa Indonesia dapat berkembang, terbukti dengan berjalannya pemerintahan berdasarkan nilai- nilai ini terlahir beberapa aset negara seperti Undang- Undang dan Lembaga- Lembaga Peradilan. Selain pemerintahan, aspek lain seperti teknologi juga berkembang, seperti pengembangan daerah- daerah terpencil, pemerataan pendidikan yang masih berjalan, kemudahan akses air dan listrik, serta
pemberdayaan dalam mengembangkan SDM (Sumber Daya Manusia).
” Saat ini nilai- nilai Pancasila menjadi perdebatan di berbagai kalangan masyarakat terutama generasi sebelumnya. Mereka mempertanyakan apakah nilai Pancasila masih relevan diterapkan pada generasi muda ? Sebab generasi muda mendapatkan doktrin lebih maju, dekat dengan teknologi yang ada, generasi pengendali teknologi, pembuat inovasi dan lain sebagainya. Sehingga doktrin ini juga berdampak ke hal lain dari teknologi yang mencemari lingkungan. Dengan terus adanya inovasi, maka pemanfaatan sumber daya alam terus berjalan. Teknologi dapat terus dikembangkan, tetapi sumber daya alam secara bertahap habis. Sejatinya, nilai Pancasila tidak boleh hilang, seperti yang sudah dipaparkan, nilai ini dibentuk dan lahir berdasarkan nilai luhur yang kemudian dikembangkan oleh the founding fathers dan menjadi pedoman kehidupan bangsa Indonesia. Tanpa adanya nilai Pancasila, maka teknologi akan terus berjalan tanpa etika dan batas,” papar Sulaeman Hamzah dengan detail.
Nilai Pancasila, sambungnya, berperan penting dalam menegakkan hukum yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengapa individu maupun kelompok perlu menerapkan nilai Pancasila untuk menjaga alam terutama laut ? Karena, manusia sebagai mahkluk sosial tidak lepas dari satu sama lain, dengan berbagai kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. kita dapat melupakan jati diri kita sebagai bangsa yang satu. Tercantum pada nilai Pancasila keempat yakni Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hkmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan atau Perwakilan, yang kemudian nilai ini digerus oleh doktrin, nilai sosial baru, dan globalisasi yang mengedepankan ilmu pengetahuan tanpa berdasarkan nilai Pancasila.

Keterangan foto : para peserta mendengarkan dan mengikuti dengan sangat antusias dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Merauke- Provinsi Papua Selatan, pada Senin 15 Desember 2025
” Mengapa nilai Pancasila begitu penting dalam menjalankan disipilin ilmu ? Karena
baik individu maupun berkelompok memiliki kepentingan- kepentingan yang
menguntungkan satu pihak. Mereka tidak sadar, dengan mengurangi nilai Pancasila dalam mengembangkan teknologi, alam akan rusak, kebutuhan manusia berkurang dan bumi akan rusak secara perlahan- lahan. Nilai Pancasila hadir sebagai alat untuk menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia, serta menjadikan tiap individu maupun kelompok mempunyai karakter yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta sikap yang mengimplementasikan nilai Pancasila. Dengan menerapkan nilai Pancasila, tiap individu dan kelompok akan lebih mengenal tempat mereka dibesarkan dan akan membawa nama baik Indonesia kedepannya. Dalam melakukan kegiatan sehari- hari terutama mendalami ilmu pengetahuan, Pancasila menjadi dasar moral bermasyarakat, bersosialisasi, berbangsa, dan bernegara. Industri saat ini yang sudah menjadi industri revolusi, semua kegiatan melibatkan mesin dan komputer, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Hal ini membawa banyak perubahan besar dalam sosial masyarakat,” urai Sulaeman Hamzah.
Dia menambahkan bahwa upaya untuk menggerakkan sikap dasar yang dimulai sejak usia dini perlu dilakukan, tidak hanya dari masyarakat, tetapi pemerintah juga perlu mengkampanyekan pentingnya pengimplementasian nilai- nilai Pancasila.
Berbagai sikap yang dapat diterapkan diantaranya adalah : menumbuhkan akhlak yang baik dengan beribadah yang benar dan baik sesuai dengan kepercayaannya masing- masing, gotong royong melakukan pekerjaan besar, toleransi terhadap perbedaan, dan menjaga alam dengan menerapkan zero waste di lingkungan sekitar. Dengan menyadarkan nilai- nilai Pancasila, maka Indonesia dapat memajukan Bangsanya dengan teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa mengurangi nilai- nilai Pancasila yang menjadi dasar dalam bersikap, serta tidak menghindari perubahan yang akan terus datang dan tidak menutup diri dari sosial dan budaya lain.
” Upaya yang dapat dilakukan oleh generasi penerus dalam menerapkan nilai Pancasila adalah menjaga ekosistem alam terutama laut. Generasi penerus bangsa atau yang kini disebut generasi milenial merupakan generasi yang memiliki banyak penyebutan seperti generation me atau echo boomers dalam menentukan kelompok generasi ini tidak ada demografi yang khusus secara harfiah. Menurut para ahli, penggolongan untuk menentukan menjadi bagian dari generasi millenial
ini adalah tahun kelahiran. Generasi Y hadir berdasarkan mereka yang lahir di tahun 1980, 1990, atau 2000. Kini generasi yang akrab dan mudah memahami teknologi ini banyak mengubah pola hidup masyarakat yang tidak lepas dari teknologi dan inovasi. Berbagai macam produk olahan yang beragam, dan teknologi siap guna. The Nielsen Global Survey of Ecommerce membuat projek penelitian terhadap generasi milenial, menghasilkan bahwa
sebanyak 58% konsumen menggunakan perangkat komputer, dan 61% lainnya
menggunakan ponsel pintar. Hal ini menjadi boomerang tersendiri bagi negara. Indonesia sendiri juga menjadi negara berkembang yang sangat pesat kemajuannya. Terbukti dengan berbagai perusahaan yang kini dikelola oleh generasi milenial,” ungkapnya.
Sulaeman Hamzah menjelaskan bahwa Boomerang yang dimaksud adalah berupa kerusakan alam. Indonesia dikenal sebagai
negara Maritim yang sebagian wilayahnya merupakan wilayah kelautan terbesar di
ASEAN. Sebagai contoh, PERTAMINA merupakan anak perusahaan BUMN yang
bergerak dibidang perminyakan dan bahan bakar paling sering digunakan di Indonesia. Keuntungan negara serta pendapatan negara banyak berasal dari sektor ini. Hasil bumi tersebut berasal dari laut Indonesia, tentu pengambilan minyak tersebut memerlukan kapal kokoh yang tidak mudah diterjang oleh ombak besar. Hingga akhirnya kapal tidak mampu dan melewati batas kemampuannya dalam mengangkut minyak. Terjadilah kebocoran gas dan minyak pada proyek PERTAMINA Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Bekasi- Jawa Barat. Tentu dampak yang dihasilkan besar, seperti kematian organisme ikan dan udang. Warga yang tinggal di pesisir pantai harus membersihkan setiap hari tumpahan minyak yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga setempat. Petambak ikan setempat juga mengeluhkan pekerjaan mereka yang terganggu akibat kebocoran tersebut. Banyak petani tambak menganggur dan seharusnya sudah bisa menanam lagi pada masa tersebut, tetapi petani ketakutan jika memaksa menanam lagi maka akan merugi.
” Untuk mengurangi atau menghilangkan efek buruk sebuah inovasi dan teknologi, masyarakat harus mengubah pola pikir dan sikap yang berdasarkan nilai- nilai Pancasila. Guna melindungi generasi berikutnya agar tetap memiliki aset alam namun tetap memajukan negeri, maka upaya yang dapat dilakukan oleh generasi milenial berdasarkan nilai- nilai Pancasila
adalah sebagai berikut : pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan mentaati perintah agama masing- masing dengan mengamalkan nilai- nilai ajaran
yang baik, serta menumbuhkan toleransi dalam upaya melestarikan laut. Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, dengan menerapkan persamaan manusia baik secara gender maupun identitas dalam menjaga laut dan ekosistemnya agar terus berlangsung hidup yang rukun, adil dan melahirkan generasi penerus yang beradab. Kemudian ketiga, Persatuan Indonesia, dengan cara membangun serta menjaga keberlangsungan organisme serta ekosistem laut demi laut Indonesia yang baik serta mengajak seluruh elemen masyarakat turut ambil bagian dalam melestarikan laut. Keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Melakukan musyawarah dalam menangani permasalahan yang terjadi akibat pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab, yang berada diluar Indonesia, serta mencari solusi sampai kesepakatan yang mufakat.
Dan kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Caranya dengan mengelola serta memberikan inovasi baik itu nelayan maupun masyarakat sekitar terhadap hasil pengolahan organisme laut, seperti ikan, udang, dan rumput laut yang kemudian manfaatnya kembali lagi ke masyarakat,” pungkas Sulaeman Hamzah. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- ITD Summit 2026 : TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata. Hadirkan Telis dan BigBox AI, Solusi Nyata Teknologi AI Yang Siap Guna Untuk Operasional di Berbagai Sektor
- Perkuat Peran Kartini Digital, PT. Telkom (Persero) Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas. Dukungan Pelatihan Digital Terintegrasi bagi Lebih dari 73 Ribu UMKM Perempuan, Sertifikasi Halal Untuk 2.250 Usaha, serta Bantuan 500 Ribu Kemasan
- Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, PT. Telkom (Persero) Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital. Telkom Hadirkan Ruang Tumbuh Baru Bagi Perempuan Pelaku UKM Melalui Ekosistem Digital Terintegrasi
- TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas. Yayasan Pendidikan Telkom Persiapkan Talenta Digital Unggul Serta Mendukung Regulasi PP TUNAS Sesuai Amanat Pemerintah
- Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom Untuk Mempercepat Transformasi Industri Nasional. Solusi AI Yang Dirancang Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Daya Saing Lintas Sektor Melalui Orkestrasi Proses Bisnis Cerdas
- Hari Bumi 2026, PT. Telkom (Persero) Mempertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan. Perkuat Komitmen Keberlanjutan GoZero% Melalui Rencana Percepatan Transformasi Hijau Tahun 2030
- Melalui Kartini BISA Fest, Telkom Dorong Perempuan Tumbuh dan Berdaya dengan Teknologi. Telkom Menghadirkan Rangkaian Pelatihan AI, Sertifikasi UMKM, hingga Edukasi Keamanan Digital
- Rakerda ASDEKSI se- Jawa Tengah sebagai Momentum Untuk Memantapkan Fungsi Sekretariat DPRD sebagai Fasilitator dan Supporting System terhadap Anggota Legislatif
- TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Pertegas Komitmen Hadirkan Akses Merata di Indonesia. Telkomsel dan Telkomsat sebagai Entitas TelkomGroup Diapresiasi atas Kontribusi Nyata Menjaga Resiliensi Jaringan Nasional hingga Wilayah 3T
- Dari Kesetaraan Menuju Dampak, PT. Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan. Momentum Hari Kartini, TelkomGroup Tegaskan Komitmen Berkelanjutan Gender Equality dengan Target Keterwakilan Perempuan 27% di Level Manajerial pada 2030
- TelkomGroup Siapkan Future Leaders Melalui Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026. Sebanyak 27 Talenta Terbaik TelkomGroup Resmi Terpilih Melalui Proses Seleksi Berlapis, Menegaskan Komitmen Dalam Membangun Pipeline Kepemimpinan yang Unggul dan Berkelanjutan hingga ke C-level
- Bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Sedang Memproses Tender Pembangunan Dua Gedung Pemerintahan
- Bangun Kesadaran Keamanan Digital, 420 Siswa Mengikuti Program CyberHeroes PT. Telkom (Persero). Perkuat Literasi Digital Pelajar di Lintas Sekolah, Termasuk Siswa Penyandang Disabilitas
- Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan KampusSebagai rangkaian program, Universitas Udayana jadi salah satu panggung kolaborasi talenta AI hingga hadirkan implementasi nyata
- PT. Telkom–PGN Mendorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global. Didukung oleh Kemitraan Strategis dengan Sembcorp Untuk Pengembangan AI-Ready Green Data Center dan Penguatan Daya Saing Regional
- Naik Kelas Lewat AI : PT. Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital Untuk Pengembangan Bisnis. Momentum Hari Kartini Jadi Penguat Inisiatif Bisa PandAI Untuk Dorong Literasi Digital Bagi Perempuan
- Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo Selama 3 Bulan di Awal Tahun 2026 Berhasil Laksanakan 218 Kegiatan Penyelamatan Non- Kebakaran dan 14 Kebakaran Berhasil Dipadamkan
- Proses dan Progress Pensertipikatan Tanah Negara oleh Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Berjalan dengan Lancar dan Optimal
- Telkom Tingkatkan Kapabilitas Developer Lewat AI Connect Offline Series di Makassar. Pemanfaatan AI Coding Assistants Untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Pengembangan Aplikasi
- Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur. Penguatan Ekosistem dan Talenta Digital Melalui Inisiatif AI CoE Untuk Mendorong Solusi AI Lintas Sektor