logo seputarnusantara.com

Anggota MPR RI Heru Tjahjono Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Melalui Program Magang Kerja Nasional di Kediri- Jawa Timur

8 - Des - 2025 | 21:00 | kategori:Headline

Keterangan foto : Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, DR. Ir. Heru Tjahjono, M.M. (tengah) menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan mengangkat tema Program Magang Kerja Nasional di Pare’s Resto Puhrejo, Tulungrejo, Pare, Kediri- Jawa Timur, pada Senin 8 Desember 2025

Kediri- Jawa Timur. Seputar Nusantara. Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, DR. Ir. Heru Tjahjono, M.M., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan mengangkat tema Program Magang Kerja Nasional di Kediri, Jawa Timur, pada Senin 8 Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Heru Tjahjono menekankan pentingnya pemahaman nilai- nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan bagi generasi muda dalam memasuki dunia kerja.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar digelar di Pare’s Resto Puhrejo, Tulungrejo, Pare, Kediri- Jawa Timur.

” Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep teoritis. Nilai- nilai ini harus menjadi bekal utama bagi generasi muda yang akan memasuki dunia kerja, termasuk melalui program magang kerja nasional,” kata Heru di hadapan ratusan peserta sosialisasi.

Program magang sebagai wujud nyata ketahanan negara. Politisi senior yang pernah menjabat sebagai Bupati Tulungagung selama dua periode (2003- 2013) ini menjelaskan keterkaitan erat antara program magang kerja nasional dengan penguatan ketahanan negara.

Menurutnya, tenaga kerja yang kompeten dan berkarakter kebangsaan merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Program Magang Kerja Nasional yang digulirkan Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2025 menargetkan 100.000 peserta dengan alokasi anggaran mencapai Rp 396 miliar untuk periode 2025- 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan dengan kompensasi setara Upah Minimum Provinsi.

” Ketika generasi muda kita menguasai soft skill dan hard skill yang baik, serta memahami nilai- nilai kebangsaan, maka ketahanan negara akan semakin kokoh. Inilah investasi jangka panjang bagi Indonesia Emas 2045,” ujar mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur ini.

Integrasi nilai- nilai Pancasila dalam pengembangan kompetensi kerja, lanjut Heru, menguraikan secara rinci bagaimana setiap pilar kebangsaan dapat diimplementasikan dalam konteks dunia kerja. Nilai integritas dan kejujuran yang berakar dari sila pertama Pancasila, misalnya, menjadi modal dasar bagi setiap pekerja profesional.

Sementara itu, sila ketiga tentang Persatuan Indonesia dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika membentuk kemampuan kerja sama tim dan toleransi di lingkungan kerja yang beragam. Kemampuan ini termasuk dalam kategori soft skill yang sangat dibutuhkan industri modern.

” Setiap peserta magang harus memahami bahwa mereka bukan sekadar bekerja untuk diri sendiri, tetapi berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Semangat ini harus ditanamkan sejak dini,” tutur Heru.

Dari aspek hard skill, Heru menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis sesuai bidang masing- masing. Program magang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari langsung proses kerja di industri, mengoperasikan peralatan dan teknologi terkini, serta memahami standar operasional yang berlaku.

Komisi IX DPR RI dan Relevansi Kebijakan Ketenagakerjaan

Sebagai Anggota MPR RI sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Jaminan Sosial, Heru memiliki tanggung jawab langsung dalam mengawasi implementasi kebijakan Ketenagakerjaan termasuk program pemagangan. Komisi IX bermitra dengan Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam memastikan perlindungan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

” DPR RI melalui Komisi IX terus mengawal agar program magang kerja nasional berjalan optimal. Peserta magang juga mendapat perlindungan melalui Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang ditanggung oleh pemerintah,” jelas Legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur VI tersebut.

Data dari BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi (D4/ S1/ S2/ S3) mencapai 6,23 persen pada Februari 2025. Kondisi ini menegaskan urgensi program yang menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Soft skill dan hard skill sebagai pilar daya saing bangsa
Heru memaparkan bahwa pengembangan soft skill dan hard skill merupakan implementasi konkret dari nilai- nilai Empat Pilar Kebangsaan.

Kedua jenis keterampilan tersebut, sambungnya, saling melengkapi dalam membentuk tenaga kerja yang kompetitif.
Soft skill yang dikembangkan melalui program magang meliputi komunikasi efektif, manajemen waktu, kemampuan pemecahan masalah, adaptasi, kepemimpinan, dan etika kerja profesional. Sementara hard skill mencakup penguasaan perangkat lunak, kemampuan teknis sesuai bidang studi, dan keterampilan operasional standar industri.

” Penelitian menunjukkan bahwa 85 persen kesuksesan dalam pekerjaan didukung oleh soft skill. Namun, hard skill tetap menjadi fondasi yang tidak bisa diabaikan. Keduanya harus dikuasai secara secara seimbang,” kata Heru.

Dia menambahkan bahwa nilai- nilai Pancasila seperti musyawarah mufakat dalam sila keempat sangat relevan dengan kemampuan berkomunikasi dan pengambilan keputusan di tempat kerja. Demikian pula, sila kelima tentang Keadilan Sosial mencerminkan pentingnya keadilan dalam hubungan industrial. Dalam sesi tanya jawab, Heru mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar mengejar keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap aktivitas.

” Menjadi pekerja profesional bukan hanya soal kompeten secara teknis. Kita harus menjadi warga negara yang baik, menjunjung tinggi persatuan, dan menghargai keberagaman. Inilah esensi dari Empat Pilar Kebangsaan yang harus kita amalkan,” pungkas Heru.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program rutin anggota DPR/ MPR RI dalam menyebarluaskan pemahaman tentang nilai- nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline