logo seputarnusantara.com

Polres Purworejo Gelar Operasi Candi 2026 Sebagai Upaya Preventif, Preemtif, dan Tindakan Konkret Dalam Rangka Keselamatan Lalu Lintas

5 - Feb - 2026 | 10:26 | kategori:Headline

Keterangan foto : Ipda Teguh Priyono, Kaposko OPS Keselamatan Candi 2026 Polres Purworejo- Provinsi Jawa Tengah

Purworejo. Seputar Nusantara. Kepolisian Resor (Polres) Purworejo- Jawa Tengah telah resmi memulai Operasi Keselamatan Candi 2026 yang dimulai pada Senin pagi, 2 Februari 2026.

Hal itu ditandai dengan apel gelar pasukan yang dilaksanakan di halaman Mapolres Purworejo yang dipimpin oleh Waka Polres Purworejo, Kompol Nana Edi Sugito, S.H., mewakili Kapolres AKBP Windy Syafutra, pada Senin 2 Februari 2026.

Sebanyak 87 personel gabungan yang terdiri dari Polres Purworejo, Kodim 0708, Polisi Militer, Dinas Perhubungan, dan BPBD Kabupaten Purworejo disiagakan untuk mensukseskan operasi Candi ini. Wakapolres menandai pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi ini dengan penyematan tanda operasi.

Operasi Candi 2026 digelar selama 14 hari mulai tanggal 2 – 15 Februari 2026. Operasi Candi ini tidak hanya bertujuan untuk menindak para pelanggar lalu lintas saja, namun lebih mengutamakan edukasi demi menciptakan kondisi kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas menjelang musim mudik Lebaran Idul Fitri 2026.

Menurut Kasat Lantas Polres Purworejo AKP. Arta Dwi Kusuma, STK., S.IK., MH., melalui Ipda Teguh Priyono, selalu Kaposko Ops Keselamatan Candi 2026 Polres Purworejo, bahwa sejak tanggal 2 Februari dan nanti akan berakhir pada 15 Februari 2026, Polres Purworejo melaksanakan Operasi Keselamatan Candi 2026. Tujuan dari Operasi Keselamatan Candi ini, menurutnya, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas dalam korban laka lantas.

” Jadi, dengan kegiatan Operasi Keselamatan Candi 2026 ini diharapkan angka kecelakaan dan fatalitas laka lantas menurun. Dan kegiatan Operasi Keselamatan Candi ini juga dalam rangka cipta kondisi menjelang pelaksanaan mudik Lebaran Idul Fitri 2026 yang akan datang,” ungkap Ipda Teguh kepada Media Online seputarnusantara.com di Kantor Satlantas Polres Purworejo, pada Kamis 5 Februari 2026.

Lebih lanjut dia menjelaskan, diharapkan dengan Operasi Keselamatan ini, tercipta kondisi berlalu lintas yang aman, nyaman dan semua pengguna kendaraan selamat di jalan saat melaksanakan aktifitas. Kegiatan- kegiatan yang sudah dilakukan oleh Satlantas diantaranya adalah : Dikmas Lantas, kemudian kegiatan Preemtif, ada juga kegiatan preventif berupa patroli rutin Satlantas di tempat- tempat yang rawan terjadinya kecelakaan.

” Sedangkan untuk tindakan penegakan hukumnya bisa dikatakan minim, kita hanya memberikan teguran kepada pelanggar lalu lintas. Namun jika memang diperlukan karena pelanggarannya serius, maka kita melakukan tindakan penegakan hukum,” tegas Ipda Teguh.

Kalau diprosentase, tambahnya, misalkan dari 100 persen, maka 90 persen berupa kegiatan Dikmas, Sosialisasi, Preemtif, Preventif dan Patroli. Selanjutnya 5 persen berupa teguran, dan yang 5 persen adalah tindakan penegakan hukum karena pelanggarannya cukup serius. Jadi artinya, kita lebih banyak prosentasenya ke kegiatan dalam rangka mengajak masyarakat untuk bersama- sama menjaga keselamatan berlalu lintas.

” Dengan kegiatan tersebut diharapkan masyarakat lebih tertib berlalu lintas, patuh terhadap rambu- rambu lalu lintas, dan saling menghormati sesama pengguna jalan sehingga tidak terjadi kecelakaan yang dapat mengakibatkan kerugian korban jiwa maupun secara materiil,” terang Ipda Teguh dengan gamblang.

Lebih jauh Ipda Teguh memaparkan bahwa terkadang pengguna jalan dalam berkendara mengedepankan emosi dan seperti terburu- buru. Bahkan sebagian pengguna jalan tidak memperhatikan keselamatan orang lain. Padahal seharusnya semua pengguna memikirkan keselamatan dirinya sendiri dan juga keselamatan orang lain.

” Pengguna jalan harus saling menghormati dan saling toleransi sesama pengguna jalan. Karena jalan raya merupakan milik umum dan harus dijaga bersama untuk kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua untuk bersama- sama menciptakan situasi dan kondisi jalan yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, terkait dengan persoalan penggunaan ‘knalpot brong’, ini jelas- jelas melanggar Undang- Undang Lalu Lintas karena menggunakan kendaraan tidak sesuai dengan spesifikasinya. Satlantas Polres Purworejo sudah sering memberikan himbauan agar tidak menggunakan ‘knalpot brong’ karena bising dan mengganggu ketertiban umum. Maka tidak ada kata lain selain : ‘stop knalpot brong’.

” Tidak semua orang seleranya sama, mungkin bagi pengguna ‘knalpot brong’ suka suaranya, tapi bagi masyarakat yang lain tentu terganggu dengan suara ‘knalpot brong’ tersebut. Maka bagi pengguna ‘knalpot brong’ segera copot dan ganti knalpot tersebut dengan yang sesuai dengan spesifikasi atau knalpot standar pabrik,” tegas Ipda Teguh menekankan.

Walaupun saat ini padat kegiatan, tambahnya, seperti Operasi Keselamatan Candi 2026, kemudian kegiatan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke- 195, kemudian sebentar lagi ada Pengajian Akbar Gus Iqdam di alun- alun Purworejo, dan kegiatan- kegiatan lainnya, namun Polres Purworejo tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Purworejo.

” Mari kita bersama- sama mengutamakan keselamatan dalam berkendara atau bertransportasi di jalan raya. Perhatikan kelayakan kendaraan, jangan melawan arus karena membahayakan, jangan bermain HP saat berkendara, dan perhatikan juga kesiapan secara fisik dan mental saat berkendara. Serta kelengkapan surat kendaraan harus selalu dibawa saat berkendara di jalan,” pungkas Ipda Teguh di penghujung wawancara dengan Media Online seputarnusantara.com ( Aziz )

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

You must be logged in to post a comment.

Tulisan dengan Kategori Headline