Kecelakaan Maut Yang Terjadi di Perlintasan Kereta Api di Kecamatan Kutowinangun- Kabupaten Kebumen Tidak Perlu Terjadi Jika Pemerintah Tepat Dalam Membangun Jembatan Layang diatas Perlintasan Kereta Api
5 - Feb - 2026 | 12:00 | kategori:Headline
Keterangan foto : Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen- Jawa Tengah, pada Selasa malam 27 Januari 2026. Kereta Api Gajayana relasi Malang – Gambir menabrak sebuah truk tronton yang diduga mogok tepat di atas rel kereta api
Kutowinangun- Kebumen. seputarnusantara.com Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api di Desa Lundong, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen- Jawa Tengah, pada Selasa malam 27 Januari 2026. Kereta Api Gajayana relasi Malang – Gambir menabrak sebuah truk tronton yang diduga mogok tepat di atas rel kereta api, sehingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya luka- luka.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 21.32 WIB. Truk tronton berwarna putih Bernomor Polisi L 8861 UC diketahui melaju dari arah timur ke barat sebelum akhirnya berhenti di tengah perlintasan kereta api.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal saksi, truk mengalami gangguan mesin sesaat sebelum KA Gajayana melintas dari arah barat ke timur.
“ Pengemudi dan kernet truk sempat berusaha menyelamatkan diri, namun jarak kereta yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak bisa dihindari,” jelas Kapolres Kebumen.
Benturan keras tidak terelakkan. Truk tronton terpental sekitar 10 meter dan menghantam bangunan pos jaga perlintasan kereta api, menyebabkan kerusakan cukup parah di lokasi kejadian.
Akibat kecelakaan tersebut, sopir truk Sutarno (42), warga Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, meninggal dunia di tempat. Sementara kernet Suryanto (54), warga Ajibarang, Banyumas, mengalami luka berat dan segera dilarikan ke RSUD Prembun untuk mendapatkan perawatan intensif.
Selain itu, petugas jaga palang pintu perlintasan, Rahman Al Ghozali (25), turut menjadi korban. Dia mengalami patah tulang pada bagian kaki serta luka lecet, namun dalam kondisi sadar saat dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Kutowinangun- Kebumen.
Kapolres memastikan Masinis dan Asisten Masinis KA Gajayana dalam kondisi selamat. Meski sempat mengganggu perjalanan kereta api, jalur rel akhirnya kembali beroperasi normal pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB, meskipun proses evakuasi kendaraan masih berlangsung.
Untuk penanganan kejadian, Polres Kebumen mengerahkan personel gabungan dari Polsek Kutowinangun, Satlantas, Unit Inafis, Samapta, PMI, serta tim kesehatan. Petugas melakukan olah TKP, evakuasi korban, pendataan saksi, dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Polres Kebumen menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan memastikan kondisi kendaraan aman saat melintasi perlintasan kereta api, demi mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, menanggapi Kecelakaan Maut tersebut, menurut Ichsan, Pengguna Kendaraan Yang Sering Melintas di Perlintasan Kereta Api Kutowinangun, bahwa peristiwa kecelakaan maut kereta api menghantam truck tersebut disebabkan tidak adanya jembatan layang diatas perlintasan rel kereta api tersebut.
” Kalau diatas perlintasan rel kereta api tersebut ada jembatan layang, saya yakin tidak akan terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Ini karena kebijakan yang salah dalam menempatkan lokasi pembangunan jalan layang di tempat yang tidak sesuai. Seharusnya di lokasi yang padat lalu lintas seperti di perlintasan Kutowinangun, dibangun jalan layang diatasnya,” ungkap Ichsan kepada Media Online seputarnusantara.com melalui sambungan WA dan telpon.
Lebih lanjut Ichsan menjelaskan bahwa di daerah Klepu, Kecamatan Butuh- Purworejo, ada jembatan layang diatas perlintasan rel kereta api, padahal tempat tersebut sangat sepi lalu lintas, tapi mengapa justru dibangun jalan layang disitu ? Ini jelas kebijakan yang keliru dan sangat tidak manusiawi.
” Kalau memang ada pejabat yang tidak tepat dalam mengeluarkan kebijakan, dengan merekayasa lokasi pembangunan jalan layang diatas rel Kereta Api ditengah sawah yang sepi dan bukan lokasi yang padat lalu lintas, maka sebaiknya hal ini diusut secara tuntas. Padahal pada sisi lain, ada perlintasan kereta api yang sangat ramai lalu lintas dan sangat membutuhkan, justru tidak dibangun jalan layang,” tegasnya.
Sehingga, lanjut Ichsan, sudah berkali- kali terjadi kecelakaan dan menimbulkan korban meninggal dan luka- luka di perlintasan kereta api Kutowinangun tersebut. Hal ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah.
” Hal itu menunjukkan bahwa penentu kebijakan tidak akurat dalam menentukan lokasi pembangunan jembatan layang, dengan memutuskan dan menentukan titik lokasi pembangunan jalan layang diatas perlintasan kereta api yang tidak tepat, tidak tepat fungsi dan tidak tepat manfaatnya,” ucapnya.
Dan selama pembangunan jembatan layang perlintasan kereta api di jalan raya Kutowinangun dan tempat- tempat rawan lainnya tidak dibangun, maka besar kemungkinan akan terjadi lagi tabrakan Kereta Api dengan kendaraan lain. Hal ini tentunya akan selalu menimbulkan korban jiwa, luka- luka maupun kerugian materiil lainnya.
” Kecelakaan tabrakan antara kereta api dan kendaraan lain di perlintasan sebidang sering terjadi, yang dampaknya menimbulkan korban parah sampai meninggal dunia, maupun kerugian besar di sektor transportasi dan juga sektor perkereta apian,” ungkapnya.
” Saya berbicara dan menegaskan hal ini supaya di kemudian hari tidak terjadi lagi kecelakaan antara kereta api dan kendaraan lainnya, dan juga untuk menghindari korban berjatuhan lebih banyak lagi di masyarakat, akibat kecerobohan dalam mengeluarkan dan memutuskan kebijakan,” pungkas Ichsan di penghujung wawancara dengan Media Online seputarnusantara.com ( Aziz )
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel