logo seputarnusantara.com

Bupati Purworejo Meresmikan 11 Sumur Bor Kerjasama antara Universitas Gajah Mada dan Muda Ganesha (Alumni SMA 1 Purworejo) Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

12 - Okt - 2026 | 16:00 | kategori:Headline

Keterangan foto : Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH., saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian 11 sumur bor kerjasama antara UGM (Universitas Gajah Mada) dan Muda Ganesha (Alumni SMA 1 Purworejo) Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Acara peresmian 11 sumur bor tersebut dipusatkan di Balai Desa Kertosono- Kecamatan Banyuurip, Purworejo, pada Senin 12 Oktober 2026.

Purworejo. Seputar Nusantara. Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH., meresmikan 11 sumur bor Kerjasama antara UGM (Universitas Gajah Mada) dan Muda Ganesha (Alumni SMA 1 Purworejo) Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Acara peresmian 11 sumur bor tersebut dipusatkan di Balai Desa Kertosono- Kecamatan Banyuurip, Purworejo, pada Senin 12 Oktober 2026.

Selain Bupati Purworejo, acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, ST., M.Si., Camat Banyuurip, Kapolsek Banyuurip, Akademisi dari UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta, Wakil Ketua Muda Ganesha Ir. H. Bernat Luhur Panuwun, Kepala Desa Kertosono beserta jajarannya, dan perwakilan masyarakat setempat.

Rangkaian acara dibuka dengan pertunjukan Tarian Ndolalak Anak- Anak yang tampil begitu memukau dan lincah, sambutan Bupati Purworejo, pemukulan kentongan oleh Bupati Purworejo, peninjauan lokasi sumur bor, ramah tamah dan makan bersama seluruh hadirin. Acara dimulai pukul 10.30 hingga selesai.

Keterangan foto : Wakil Ketua Muda Ganesha Ir. H. Bernat Luhur Panuwun (paling kiri), DR. Sudaryatno, M. Sc., Kepala Program Studi S2 Ilmu Lingkungan UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta (tengah)

Menurut DR. Sudaryatno, M. Sc., Kepala Program Studi S2 Ilmu Lingkungan UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta, bahwa pencarian sumber air tanah untuk air minum dan air irigasi di Kabupaten Purworejo terlaksana berkat adanya dukungan SDM (Sumber Daya Manusia) berupa tenaga ahli dari Fakultas Geografi UGM dan S2/ S3 Ilmu Lingkungan SPS UGM.

Menurutnya, dana hibah untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari SPS UGM yang diterima oleh S2/S3 Ilmu Lingkungan SPS sejak tahun 2024 sampai dengan tahun 2026 dan para mitra adalah sebagai berikut : Tahun 2024 dari SPS UGM sebesar Rp 68 juta, dana kemitraan dari Pamsimas Rp 15 juta, Alumni SMA 1 Purworejo (MG85) sebesar Rp 1,5 juta dan Kementerian Pertanian RI sebesar Rp 112,8 juta, sehingga total dananya mencapai Rp 197,3 juta.

Hasilnya adalah 5 sumur bor di Desa Karangrejo Kecamatan Loano, pemanfaatan 1 sumur bor untuk air minum dan 4 sumur untuk air irigasi sawah. Sedangkan team terdiri dari PIC DR. Sudaryatno, M.Si., Prof. DR. Eko Haryono, M.Si., DR. Tjahjo Nugroho Adji, M.Tech., DR. Iga Maliga, M.Sc., Heny Wahyu Sartika, M.Sc., dan Rachmat Dwi Putra, M.Sc.

Keterangan foto : Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH., saat menggunting pita dan meninjau lokasi dalam acara Peresmian 11 sumur bor kerjasama antara UGM (Universitas Gajah Mada) dan Muda Ganesha (Alumni SMA 1 Purworejo) Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Kemudian, pada Tahun 2025, dari SPS sebesar Rp 58 juta, dari Alumni SMA 1 Purworejo sebesar Rp 5 juta (MG85) dan MG Pusat sebesar Rp 20 juta, Desa Krendetan Kecamatan Bagelen sebesar Rp 20 juta, Desa Purwodadi Kecamatan Purwodadi Rp 60 juta, Desa Mendiro Kecamatan Ngombol sebesar Rp 20 juta, sehingga total dananya sebesar Rp 183 juta.

Hasilnya adalah 6 sumur bor (team terdiri dari PIC DR. Sudaryatno, M.Si., Prof. DR. Eko Haryono, M.Si., DR. Tjahjo Nugroho Adji, M.Tech., DR. Priyaji Pambudi, M.Sc., DR. Iga Maliga, M.Sc., Heny Wahyu Sartika, M.Sc., Prima Dinta, M.Sc., dan Muhammad Nur Iskandar, M.Sc.

Tahun 2026, dari SPS UGM sebesar Rp 47,5 juta, kemudian dari Alumni SMA 1 Purworejo (MG Pusat) sebesar Rp 100 juta, dari desa Mayungsari Kecamatan Bener sebesar Rp 60 juta, desa Jati Kecamatan Bener Rp 50 juta, Desa Penungkulan Kecamatan Gebang sebesar Rp 25 juta, Desa Sukowaten Kecamatan Banyuurip Rp 25 juta, Desa Kertosono Kecamatan Banyuurip Rp 25 juta, Desa Sumberrejo Kecamatan Purwodadi sebesar Rp 25 juta, Desa Jombang Kecamatan Ngombol Rp 25 juta, Desa Piji Kecamatan Bagelen Rp 25 juta dan SMKN 4 Purworejo sebesar Rp 25 juta, sehingga totalnya Rp 332,5 juta.

Hasilnya berupa 12 sumur bor dimana 11 sumur bor sudah operasional dan 1 sumur bor di Desa Tlogokotes Kecamatan Bagelen on going (team terdiri dari PIC DR. Sudaryatno, M.Si., Prof. DR. Eko Haryono, M.Si., DR. Tjahjo Nugroho Adji, M.Tech., DR. Priyaji Pambudi, M.Sc., DR. Emilya Nurjani, M.Si., dan Muhammad Nur Iskandar M.Sc., dengan dibantu oleh 6 Mahasiswa S2 Ilmu Lingkungan yaitu Arif Ardiyanti, Atik Septiana Putri, Faradhela Ridho Utomo, Ila Hara, Rijal dan Dina Aprilia). Dan selama 3 tahun (2024- 2026) total dana yang terserap dari kegiatan tersebut adalah sebesar Rp 812, 8 juta.

Keterangan foto : Direktur Perumda Air Minum Tirta Prawitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, ST., M.Si., (kedua dari kiri), foto bersama saat acara Peresmian 11 sumur bor kerjasama antara UGM (Universitas Gajah Mada) dan Muda Ganesha (Alumni SMA 1 Purworejo) Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Acara peresmian 11 sumur bor tersebut dipusatkan di Balai Desa Kertosono- Kecamatan Banyuurip, Purworejo, pada Senin 12 Oktober 2026.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama di lokasi peresmian 11 sumur bor di Balai Desa Kertosono, Direktur Perumda Air Minum Tirta Prawitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, ST., M.Si., menyampaikan bahwa dirinya sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo sekaligus juga sebagai Alumni SMA 1 Purworejo (Muda Ganesha) memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya atas peresmian 11 sumur bor tersebut.

” Masyarakat Purworejo kan sangat membutuhkan air minum dan air bersih, maka kita berharap adanya kerjasama yang kuat antara Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo dengan Muda Ganesha, UGM, dan PDAM. Titik- titik yang bisa dibuat sumur bor untuk kebutuhan masyarakat, bisa dilakukan pengeboran. Intinya, kebutuhan air minum dan air bersih untuk masyarakat Purworejo dapat tercover dengan baik,” ungkap Hermawan kepada Media Online seputarnusantara.com di Balai Desa Kertosono, pada Senin 12 Oktober 2026.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa PDAM Purworejo selalu berkomitmen menyediakan air bersih untuk masyarakat Purworejo. Karena air bersih merupakan kebutuhan yang sangat krusial. Kita harus berpikir secara makro, jangan hanya berpikir untuk kepentingan pribadi dan atau korporasi saja. Kepentingan masyarakat harus diutamakan, dalam hal ini kebutuhan akan air bersih.

” Program ini sangat bagus. Kerjasama antara Muda Ganesha (Alumni SMA Negeri 1 Purworejo) dengan UGM Yogyakarta sebaiknya terus dijalankan. Karena program ini sangat mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang sudah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” papar Hermawan dengan gamblang.

” Namun khusus untuk PDAM Purworejo, kami memanfaatkan air permukaan, seperti air sungai, waduk, maupun mata air untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Purworejo. Smoga ke depan pelayanan PDAM Purworejo kepada masyarakat semakin baik dan kebutuhan air bersih dapat tercover,” pungkas Hermawan Wahyu Utomo di penghujung wawancara dengan Media Online seputarnusantara.com (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

You must be logged in to post a comment.

Tulisan dengan Kategori Headline