Fahira Idris : Masalah Jakarta Kompleks, Kami Fokus Pada Perempuan dan Anak
Fahira Idris, SE., MH., Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Republik Indonesia dari Provinsi DKI Jakarta
Jakarta. Seputar Nusantara. Melihat kompleksitas persoalan di Jakarta seperti banjir, macet, transportasi, pemukiman kumuh, kriminalitas, pelecehan seksual, kekerasan terhadap anak dan perempuan serta tata ruang wilayah yang tidak baik, sehingga memungkinkan interaksi sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan pendidikan tidak bisa berjalan secara maksimal.
Menurut Fahira Idris, SE., MH., Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI dari Provinsi DKI Jakarta, bahwa permasalahan yang ada di Jakarta, sebenarnya juga merupakan permasalahan di tingkat nasional. Memang permasalahan di ibukota Jakarta itu tidak hanya masalah kemacetan dan banjir saja, tetapi masih banyak lagi permasalahan yang menyelimuti Ibukota Jakarta, seperti permasalahan anak dan perempuan.
” Sebenarnya semua daerah mempunyai permasalahan yang hampir sama, cuma berbeda dalam bentuk dan intensitasnya. Ini merupakan tugas bersama untuk menyelesaikan antara Pemprov (pemerintah provinsi, red.), DPRD DKI Jakarta, Anggota DPR Dapil DKI Jakarta dan Senator di DPD yang mewakili Jakarta seperti saya ini,” ungkap Fahira Idris kepada seputarnusantara.com di Hotel Sultan- Senayan, pada Rabu 12 November 2014.
Fahira Idris memaparkan, tanggung- jawab anggota DPD sebenarnya sangat besar untuk mengatasi permasalahan yang ada di Jakarta. Walaupun anggota DPD juga mempunyai keterbatasan, namun, Fahira Idris tidak melihat keterbatasan sebagai sebuah alasan dan halangan. Justru menurutnya, ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh anggota DPD.
” Apalagi konstituen kita itu tidak mau tahu dan tidak peduli apakah kita itu ada atau nggak. Mereka mikirnya bahwa sudah memilih saya, maka apa yang bisa saya berikan ke mereka. Cuma, permasalahan kewenangan di DPD ini terkadang menjadi kendala tersendiri. Namun saya justru sebaliknya, tetap berusaha untuk memenuhi dan memperjuangkan kepentingan mereka (rakyat, red). Yang penting kita bisa mensiasati hal tersebut dan bisa menyelesaikan suatu permasalahan. Saya sudah mencoba untuk memecahkan permasalahan di DKI ini tidak sendirian, apalagi dengan kewenangan DPD yang sedikit. Ke depan disamping berjuang melalui Komite di DPD, saya juga akan melakukan pendekatan dengan DPR,” tegas Fahira Idris dengan penuh semangat.
Lebih jauh Fahira Idris menjelaskan bahwa penyelesaian permasalahan di DKI Jakarta merupakan tugas dari para stakeholders. Instansi terkait sangat menunjang percepatan penyelesaian permasalahan. Sebab, kalau tidak saling mendukung, dan masing- masing instansi melempar tanggung- jawab, maka permasalahan yang kompleks di DKI Jakarta tak akan pernah kunjung padam.
” Kalau para stakeholders saling mendukung, maka permasalahan itu akan cepat selesai. DPD bersinergi dengan DPR dalam mengatasi permasalahan juga sangat bagus. Sebab kita kan punya konstituen masing- masing. Apabila antara DPD dan DPR bersama- sama, tentu akan mempercepat penyelesaian persoalan di Jakarta,” terang Putri dari Fahmi Idris ini.
Selanjutnya dia memaparkan, kalau kita saling back-up tentu akan lebih bagus. Supprort itu sangat penting dalam menjalankan tugas. Memang gaya blusukan seperti Presiden Jokowi itu bagus dan kita akui bisa melihat langsung kondisi masyarakat. Kita juga turun ke lapangan ke beberapa kecamatan di Jakarta untuk melihat langsung kondisi real masyarakat. Walaupun sekarang era teknologi, twitter, facebook dan media sosial sudah marak, tetapi tidak semua masyarakat sudah menggunakan teknologi seperti itu. Oleh karena itu, turun ke bawah merupakan salah satu cara untuk menyerap aspirasi masyarakat dan melihat langsung kondisi real rakyat.
” Walaupun pengguna media sosial di Jakarta sudah cukup banyak, tetapi tidak semua masyarakat sudah melek teknologi. Saya membuktikan pada saat kampanye pemilu Legislatif kemarin, pemilih- pemilih saya itu mayoritas justru yang sering saya datangi langsung, bukan pengguna sosial media. Jadi saya komunikasi langsung dengan konstituen, sehingga sering turun ke bawah menemui rakyat. Dan alhamdulillah saya memperoleh suara terbanyak untuk Anggota DPD DKI Jakarta,” ucap Fahira Idris, Ketua GENAM (Gerakan Nasional Anti Miras) ini.
Fahira Idris menegaskan, disamping turun ke bawah langsung menemui konstituen, dirinya juga aktif di media sosial, seperti facebook dan twitter. Followers Fahira Idris kini sudah mencapai angka 150 ribu orang. Sehingga dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada pengguna media sosial yang telah mendukung dan memilihnya pada pemilu Legislatif kemarin. Jadi, kita sangat merasakan sekali manfaat media sosial baik saat kampanye maupun setelah menjadi anggota DPD RI. Ini menurutnya berkah tersendiri, karena tidak semua caleg aktif menggunakan media sosial.
” Pemilih sekarang ini pintar, mereka terkadang tidak mau memilih kalau belum ketemu dan bertatap muka secara langsung. Maka disamping aktif di media sosial, saya juga aktif menemui rakyat. Dalam waktu dekat ini kan Reses, saya akan turun menemui masyarakat dan akan memenuhi janji saya memberikan pelatihan- pelatihan khususnya kepada masyarakat yang kurang mampu,” tandasnya.
Menurutnya, banyak remaja di DKI Jakarta yang mengeluh karena sulit mencari pekerjaan dan susah mencari makan. Kita bicara Jakarta, jangankan di pulau seribu yang jauh, di sekitar Monas yang sangat dekat dengan istana saja, masih banyak rakyat yang susah mencari makan. Ini merupakan fenomena aneh tapi nyata. Di tengah gemerlapnya ibukota, tetapi masih banyak rakyat yang sulit mencari makan, ini membuatnya miris.
” Saya di DPD ada di Komite III, dan saya merupakan satu- satunya perempuan di Komite III. Komite III ini salah satu tugasnya adalah pemberdayaan masalah perempuan. Persis banget dengan fokus saya di bidang pemberdayaan perempuan dan ekonomi kreatif serta UKM (Usaha Kecil Menengah). Target saya adalah Jakarta menjadi kota layak anak dan aman bagi perempuan. Karena di Jakarta ini tingkat kriminalitasnya masih tergolong tinggi. Masih banyak terjadi pelecehan seksual, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), kekerasan terhadap anak dan perdagangan manusia,” tegas Fahira Idris dengan berapi- api.
Lebih lanjut Fahira Idris menandaskan bahwa, dirinya sebagai wanita sudah barang tentu akan fokus terhadap masalah perempuan. Karena tidak semua laki- laki fokus terhadap masalah ini. Kita fokus juga untuk menurunkan tingkat kriminalitas di Jakarta. Kerjasama ini dengan Puska krim (pusat kajian kriminologi) Universitas Indonesia, agar angka kriminalitas di Jakarta bisa menurun. Tata ruang dan tata kota Jakarta, juga sangat mempengaruhi tingkat kriminalitas yang ada.
” Saya keget, ternyata hasil kajian dari Puska krim UI bahwa 80% narapidana itu berawal dari miras (minuman keras). Pelaku kriminal seperti pencuri, pembunuh, perampok, pemerkosa dan lain- lain…itu justru awalnya dari minum miras. Sedangkan di Jakarta ini belum ada Perda (peraturan daerah) tentang miras. Jadi belum ada regulasi mengenai kontrol yang ketat terhadap peredaran miras ini dari pemerintah. Belum ada pengendalian yang ketat mengenai miras ini, sehingga masih banyak dijual di minimarket dan toko- toko lainnya. Kami akan menghadap Plt. Gubernur DKI Jakarta untuk membicarakan masalah peredaran miras ini, Insya Allah tanggal 19 November ini saya akan ketemu beliau,” ungkapnya.
Fahira Idris berharap, Jakarta menjadi kota panutan bagi kota lain di Indonesia. Jangan sampai Jakarta justru menjadi kota yang terbelakang. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan dan stakeholders harus terus melakukan edukasi. Sekarang kita punya Presiden yang menggelorakan Revolusi Mental. Revolusi Mental inilah yang akan digenjot oleh Fahira Idris agar Jakarta menjadi kota yang lebih baik dan beradab, terutama terhadap perlindungan perempuan dan anak.
” Jangan lupa juga mengenai pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Sebab kita akan menghadapi AFTA (ASEAN Free Trade Area, red). Maka ekonomi kreatif harus terus digalakkan dan dikembangkan. Saya sedang merancang Undang- Undangnya, supaya kita tidak tergilas dengan masyarakat ekonomi ASEAN. Jangan sampai mereka yang untung sedangkan kita hanya menjadi penonton saja,” pungkas Fahira Idris di penghujung wawancara dengan wartawan seputarnusantara.com. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel