DR. Bahrum Daido : Kenaikan Harga BBM Memukul Rakyat, Daya Beli Jadi Lemah

DR. Ir. H. Bahrum Daido, M.Si., Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI Periode 2014- 2019
Jakarta. Seputar Nusantara. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dianggap tidak tepat, mengada- ada, serta tanpa adanya alasan yang jelas. Kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintahan Jokowi- JK juga dianggap tidak sesuai dengan janji- janji kampanye yang pernah diucapkan pada kampanye Pemilu Presiden 2014 yang lalu.
Menurut DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si., Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI Periode 2014- 2019, bahwa keputusan pemerintahan Jokowi- JK menaikkan harga BBM bersubsidi jelas- jelas mengecewakan seluruh rakyat Indonesia. Kebijakan Presiden Jokowi tersebut sangat mengecewakan mayoritas rakyat Indonesia.
” Aspirasi dari rakyat Indonesia, bahwa kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut sangat mengecewakan. Kekecewaan tersebut adalah, saat kampanye, Jokowi dengan salam 2 jarinya itu menjanjikan kedamaian di tengah- tengah masyarakat. Kemudian setelah terpilih, ada salam 3 jari dari Jokowi, yang menjanjikan secercah harapan bagi rakyat Indonesia untuk membawa masyarakat menjadi sejahtera atau dari jurang kemiskinan menjadi sedikit sejahtera,” ungkap Bahrum Daido kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Kamis 20 November 2014.
Bahrum Daido melanjutkan, tetapi pada kenyataannya bertolak belakang. BBM bersubsidi justru dinaikkan, padahal kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut sangat berdampak luas kepada sektor kehidupan lainnya. Karena secara otomatis semua harga barang- barang dan jasa menjadi naik. Barang- barang dan jasa mengalami kenaikan, tetapi gaji tetap, ini yang membuat rakyat semakin menderita.
” Dengan kenaikan harga BBM bersubsidi ini, daya beli masyarakat menjadi sangat lemah, padahal sebelumnya daya beli masyarakat juga sudah lemah. Kenaikan harga BBM bersubsidi ini sangat memukul rakyat Indonesia. Kemudian, Jokowi menaikkan harga BBM ini timingnya juga tidak tepat. Karena saat ini harga minyak dunia sedang merosot hingga US$ 75/ barel. Jadi, orang bertanya- tanya, kok Jokowi menaikkan harga BBM disaat harga minyak dunia sedang merosot?” terang Bahrum Daido.
Selanjutnya Politisi Partai Demokrat ini memaparkan, apabila harga BBM dunia pada angka diatas US$ 105/ barel, itu baru bisa dinaikkan. Karena itu sangat memukul APBN, tetapi sekarang ini harga minyak dunia sedang turun tajam. Tetapi, pemerintahan Jokowi beralasan sangat politis, mereka khawatir kalau dinaikkan pada tahun 2015 akan sulit, karena harus mendapatkan persetujuan DPR, ini merupakan pikiran politis bukan kerakyatan atau kemanusiaan.
” Saya melihat Jokowi- JK dan jajarannya bukan Kabinet Kerja, tetapi Kabinet Malas. Mereka mau terima beres saja, padahal harga minyak dunia merosot, justru menaikkan harga BBM bersubsidi, sehingga mereka ingin meraup duit sebanyak- banyaknya dengan cara yang instant, ” tegas Bahrum Daido.
Padahal, lanjutnya, masih banyak ruang fiskal yang bisa kita lakukan. Dengan menaikkan harga BBM, maka pemerintahan Jokowi yang terkenal dengan salam 2 jari itu, bisa menghemat APBN hingga Rp 103- 104 Triliun. Sementara itu, piutang negara kita dari sektor pajak, PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak), konsesi, kontrak karya, IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan sektor kehutanan, kurang lebih mencapai Rp 260 Triliun. Mengapa tidak diefektifkan dana itu, itu sesuai dengan audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).
” Bahkan, ada piutang negara yang belum ditagih dan hampir kedaluarsa mencapai Rp 23 Triliun. Jadi itu merupakan Kabinet Malas, bukan Kabinet Kerja. Penginnya mereka itu enak ongkang- ongkang kaki, tidak mau bekerja. Sebenarnya, masih banyak sendi- sendi fiskal yang masih bisa kita gali untuk pemasukan kas negara,” terangnya.
Lebih jauh Bahrum Daido menegaskan bahwa, yang namanya subsidi itu merupakan hak rakyat. Rakyat itu berhak menikmati subsidi, bahkan di negara lain bukan hanya subsidi, tetapi rakyat yang tidak bekerja digaji oleh negara. Di Indonesia ini parah, ini betul- betul neolib. Cara- cara yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi- JK sudah betul- betul neolib. Pada dasarnya, kenaikan harga BBM bersubsidi sangat tidak tepat.
” Karena ini sudah dinaikkan, maka Jokowi harus memberikan keterangan yang transparan kepada rakyat mengenai argumentasi menaikkan harga BBM. Jokowi juga harus melakukan langkah- langkah konkrit untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Jokowi juga harus menjelaskan darimana pos anggaran untuk “Kartu Sakti” itu. Semua itu harus dijelaskan kepada seluruh rakyat Indonesia, sehingga transparan dan masyarakat mengetahui argumentasinya,” tegas Bahrum Daido, Mantan Bupati Luwu ini.
” Mengenai “Kartu Sakti” juga harus transparan, apakah betul- betul rakyat yang berhak, sudah menerima kompensasi Rp 200 ribu/ bulan. Kemudian apakah tepat sasaran atau tidak. Datanya harus valid tentang masyarakat yang berhak menerima dana tersebut. Mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi, DPR menggalang hak interpelasi, supaya pemerintah memberikan keterangan yang transparan kepada masyarakat Indonesia. Supaya masyarakat Indonesia tidak resah terhadap kebijakan yang diambil oleh Presiden Jokowi. Karena banyak protes dan demo dari seluruh penjuru tanah air menolak kenaikan harga BBM bersubsidi,” pungkas Bahrum Daido di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel