Imam Suroso, MM. : Advokasi Bagi TKI Terancam Hukuman Mati Harus Diperkuat

Drs. H. Imam Suroso, MM., Anggota Komisi IX DPR RI Periode 2014- 2019 dari Fraksi PDI Perjuangan
Jakarta. Seputar Nusantara Kementerian Luar Negeri mengklarifikasi terkait nasib 37 TKI di luar negeri yang disebut-sebut menunggu eksekusi mati di Arab Saudi. Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan 37 TKI levelnya berbeda dengan kasus yang menimpa dua TKI yang telah dipancung beberapa hari lalu.
Iqbal mengatakan, pemerintah memasukkan TKI tersebut dalam kategori terancam hukuman mati, karena berdasarkan hukum pidana Arab Saudi, pelaku pembunuhan divonis hukuman mati. 37 TKI tersebut, diantaranya ada yang masih diproses pengadilan. Jadi ada yang masih investigasi, ada di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, tidak semuanya terkait eksekusi.
Iqbal sendiri menyebut masih terbuka luas kesempatan bagi 37 TKI tersebut menghirup udara bebas. Namun, Iqbal tidak menyebut secara spesifik ucapannya itu. Hanya saja, kata Iqbal, kasus 37 TKI tersebut tidak seberat kasus yang menimpa Siti Zaenab dan Karni.
Menurut Drs. H. Imam Suroso, MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa Komisi IX DPR RI sudah rapat kerja dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia). Dalam Raker tersebut, Komisi IX menegaskan agar advokasi bagi para TKI yang terancam hukuman mati diperkuat lagi.
” Pemerintah harus bertanggung- jawab untuk melindungi rakyatnya, itu juga termasuk gengsi dan martabat bangsa Indonesia. Untuk memperkuat advokasi bagi TKI yang terancam hukuman mati, Komisi IX akan menambah anggaran pada APBN 2016 bagi Kementerian Ketenagakerjaan dan BNP2TKI. Karena, advokasi itu sangat penting, kalau advokasi dan lobby berjalan dengan baik, maka akan bisa meminimalisir jumlah TKI yang dieksekusi mati. Sebab sekarang ini ada 37 TKI yang terancam hukuman mati,” ungkap Imam Suroso kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Selasa 21 April 2015.
Imam Suroso memaparkan, mengenai penambahan anggaran untuk advokasi TKI, kita fokuskan pada Kementerian Ketenagakerjaan dan BNP2TKI. Sebab, dua institusi tersebut yang memang fokus menangani masalah TKI. Karena, kalau advokasi tidak ada anggarannya sama saja omong kosong. Semua itu berbasis anggaran termasuk advokasi bagi TKI.
” Mengenai perlu tidaknya ditempatkan Law Office dinegara- negara yang rawan dengan hukuman mati bagi TKI, saya pikir tidak hanya Law Office saja, tetapi harus lebih dari itu. Advokasi dan personilnya harus diperkuat, anggarannya diperbesar lagi. Kemudian khusus untuk menyelesaikan masalah TKI yang terancam hukuman mati, saya rasa penting dibentuk Panja (Panitia Kerja) Penyelamatan TKI di Komisi IX DPR. Panja ini isinya Komisi IX DPR, Kementerian Ketenagakerjaan, BNP2TKI, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM,” tegas Imam Suroso, Politisi PDI Perjuangan ini.
Lebih lanjut Imam Suroso menerangkan bahwa, yang perlu diperketat lagi adalah TKI yang illegal, karena bermasalah dan sering mengalami kasus hukum. Mereka TKI illegal itu tidak jelas administrasinya, tidak melalui pelatihan dan menggunakan PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) yang illegal juga. Oleh karena itu, pemerintah harus tegas menindak PJTKI yang illegal dan menyetop pengiriman TKI yang illegal.
” Saya juga setuju kalau pengiriman TKI jangan ditutup total. Tetapi TKI yang bermasalah segera dipulangkan ke Indonesia dan PJTKI yang illegal harus ditutup. TKI yang illegal harus segera ditarik agar tidak menambah beban pemerintah. Namun, kalau TKI yang resmi dan enjoy bekerja di luar negeri, seperti di Taiwan, Singapura dan negara- negara yang tidak rawan, kalau mau diperpanjang kontrak kerjanya, ya pemerintah harus mendukung,” ungkapnya.
Namun, lanjut Imam Suroso, kalau pengiriman TKI ke luar negeri akan distop total oleh pemerintah, harus disiapkan dulu lapangan kerja di dalam negeri. Jangan sampai belum ada lapangan kerja di dalam negeri, tiba- tiba ditutup pengiriman TKI ke luar negeri, itu sama saja akan membunuh secara pelan- pelan rakyat Indonesia.
” Mengenai nota protes atas eksekusi mati Siti Zaenab dan Karni karena tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, saya rasa disamping nota protes, pemerintah juga harus mengklarifikasi baik melalui Dubes Arab Saudi di Indonesia maupun pihak kita kesana. Ini dilakukan agar ada kejelasan mengapa pemerintah Arab Saudi melakukan eksekusi mati tanpa memberitahu pemerintah Indonesia,” pungkas Imam Suroso di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Dilanjutkan Verifikasi Usulan Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Wilayah Kabupaten Purworejo
- Sustainability Report 2025 : TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Implementasi 3 Pilar ESG : Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business Jadi Bagian Integral dari Agenda Transformasi TelkomGroup Dalam Memperkuat Daya Saing, Menciptakan Nilai Jangka Panjang, serta Hadirkan Dampak Berkelanjutan bagi Lingkungan, Masyarakat, dan Bisnis
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Kabupaten Purworejo Selenggarakan Berbagai Kegiatan Untuk Perbaiki Iklim dan Wujudkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI
- Gelar RUPST Tahun Buku 2025, PT. Telkom (Persero) Bagikan Dividen Rp 21,9 Triliun. Restui Program Buyback, Rencana Strategis, dan Penyegaran Pengurus Perseroan, Sebagai Bukti Akselerasi Transformasi Digital dan Perluasan Kontribusi Bagi Bangsa
- Proses Tender Pembangunan 2 Gedung Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Berada di Pengadaan Barang dan Jasa, Akhir Juni 2026 Diharapkan Sudah Ada Pemenang Tender dan Segera Bisa Dimulai Pembangunannya
- Telkom Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik Melalui Edukasi Bersama Komisi Informasi Pusat di SMK Telkom Purwokerto. Melalui Edukasi di SMK Telkom Purwokerto, Telkom Mendukung Penguatan Literasi Informasi dan Literasi Digital Untuk Membangun Generasi Muda Yang Inklusif dan Berdaya Saing
- Telkom Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri, Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital. Regulator, BUMN Strategis, Pelanggan Enterprise, dan Global Technology Partners Berkolaborasi Merumuskan Blueprint Cloud, AI, dan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
- Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, PT. Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam. NeutraDC Nxera Batam Siapkan Pengembangan Gedung Kedua (BTM-2) Untuk Menjawab Permintaan Kawasan SIJORI
- Luncurkan AIcosystem, PT. Telkom (Persero) Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri. Menyatukan Kapabilitas AI TelkomGroup Dalam Ekosistem Terintegrasi Untuk Menghadirkan Solusi AI Yang Berdaulat, Berdampak, dan Berkelanjutan
- Polres Purworejo- Jawa Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Untuk Tegakkan Disiplin Dalam Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
- TelkomMetra Mantapkan Langkah Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Ekspansi Dibawah Fullerton Health. Inisiatif Strategis ini Sejalan dengan Arahan Streamlining Danantara Indonesia kepada TelkomGroup Untuk Memperkuat Struktur dan Mempertajam Fokus Bisnis
- Laporan Keuangan Telkom Kuartal I 2026 : Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
- Rayakan Idul Adha, Rutan Kelas IIB Purworejo- Jawa Tengah Selenggarakan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Untuk Tanamkan Nilai- Nilai Spiritual dan Sosial
- Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi. Penguatan Budaya Kerja dan Sistem Tata Kelola Yang Terintegrasi Menjadi Fondasi Operasional Adaptif dan Berkelanjutan
- Didukung Danantara, PaDi UMKM Milik Telkom Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM. Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2026, PaDi UMKM Menghadirkan Transformasi Pengadaan Berbasis Digital Untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis Nasional Yang Inklusif dan Berkelanjutan
- Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat. Sinergi TelkomGroup Hadirkan Kebahagiaan Idula Adha Bagi Lebih dari 60 Ribu Masyarakat di Berbagai Daerah Indonesia
- PT. Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026. Kolaborasi Nasional Melalui Pembentukan AdyaCakra Dorong Penguatan Sovereign Cloud, AI, dan Cybersecurity Indonesia
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo Tegaskan Bahwa Dana Pokir DPRD Berdasarkan Aspirasi dan Kebutuhan Masyarakat, Harus Sesuai Regulasi dan Kemampuan Keuangan Daerah
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026
- TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025. TelkomGroup Kembali Mencatatkan Prestasi Melalui Penghargaan Best Employer Brand Yang Diraih Telkom Untuk Kedua Kalinya Secara Berturut-turut serta Penghargaan Learning Champion yang Diraih Telkomsel