Sulaeman Hamzah : Kita Harus Mulai Menggarap Kawasan Timur Indonesia

H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Sekitar Rp 255 Triliun dana transfer pusat ke daerah, sekarang ini mangkrak di Bank Daerah.
Hal tersebut sudah barang tentu menghambat laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Sebab, dana sebesar itu seharusnya sudah digunakan oleh Pemerintah Daerah untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, mengapa dana Rp 255 Triliun tersebut terlambat dicairkan dan sampai sekarang masih berada di Bank? Penyebanya pertama, soal aturan pelaksanaan di daerah masing- masing, karena harus melalui Perda.
” Soal aturan pelaksanaan ini, menyebabkan ada daerah yang sudah siap mencairkan dan ada pula daerah yang belum bisa mencairkan karena terbentur pada aturan,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Kamis 27 Agustus 2015.
Kemudian kedua, ada ketakutan pejabat- pejabat di daerah karena aturan belum jelas, mereka takut dipidanakan. Karena ketakutan inilah, menyebabkan banyak uang transfer dari pusat yang belum dicairkan di daerah.
” Mangkraknya dana Rp 255 Triliun di daerah merupakan salah satu penyebab penyerapan anggaran 2015 sangat minim. Penyerapan anggaran baik itu di pusat maupun daerah, hanya sekitar 35% saja hingga pertengahan tahun ini,” terang Politisi Partai NasDem ini.
Oleh karena itu, lanjut Sulaeman, aturan pelaksanaannya harus segera disosialisasikan ke daerah. Serapan anggaran tahun 2015 yang sangat minim dan kalau tidak mencapai target hingga akhir tahun ini, maka pada tahun 2016 akan dipotong anggarannya.
” Seluruh mata rantai pembangunan sangat terpengaruh dengan adanya keterlambatan pencairan dana tersebut. Ini sangat disayangkan, karena sangat berdampak pada pembangunan infrastruktur pertanian, irigasi dan sendi- sendi ekonomi lainnya,” imbuhnya.
Menurut Politisi asal Papua ini, jika kondisi ini berlarut- larut, maka target swasembada 3 komoditas yakni beras, kedelai dan jagung akan sulit tercapai. Oleh karena itu, semua pihak dari pusat hingga daerah harus bersungguh- sungguh mengatasi persoalan ini. Antar kementerian dan lembaga harus selalu sinergi.
” Kita optimis bahwa target swasembada pangan dan ketahanan pangan akan tercapai. Kalau semua pihak bersinergi dalam mencapai target tersebut, saya yakin bisa kita capai,” tegasnya.
Masalah Stok Sapi Nasional
Contoh masalah yang terkait dengan sinergitas, pemberian izin impor sapi melalui kementerian perdagangan, namun harus sinergi dengan kementerian pertanian. Harus ada klarifikasi antara Menteri Pertanian dengan kementerian perindustrian.
” Sinergitas akan menghasilkan data di lapangan yang valid. Untuk bulan Juli 2015 ini, stok sapi lokal mencapai 9.249 ekor. Sedangkan stok sapi impor mencapai 140.789 ekor, sehingga total stok sapi sebesar 150.038 ekor. Stok sapi nasional bisa memenuhi kebutuhan sapi hingga bulan Maret 2016,” terangnya.
Sulaeman memaparkan, BULOG juga diberi tugas oleh pemerintah untuk mengimpor 50.000 ekor sapi siap potong. Kementerian Pertanian dan Bulog harus sinergi untuk melakukan pengecekan di lapangan mengenai jumlah stok sapi nasional tersebut.
” Saya berharap agar pemerintah mulai melirik Kawasan Timur Indonesia. Karena sangat menjanjikan untuk sawah, sebab Kawasan Timur curah hujannya cukup, dan sumber- sumber airnya memadai. Luas lahan yang sangat besar di Kawasan Timur, seperti di Papua, sangat potensial untuk peternakan sapi juga,” ungkap Sulaeman.
Jangan sampai, lanjutnya, tahun ini kita bicara kekeringan, tahun depan bicara lagi kekeringan, mulailah berdayakan Kawasan Timur Indonesia. Sebab sangat potensial untuk persawahan dan peternakan.
” Ada 1,2 Juta hektar untuk areal persawahan di daerah Merauke, datarannya sangat luas, rawa- rawa besar dan air melimpah. Kalau kita mulai menggarap Kawasan Timur Indonesia, maka Insya Allah semua itu akan terjawab,” tegasnya.
” Menurut saya, untuk jangka panjang, perlu ada penyebaran budidaya peternakan sapi di wilayah- wilayah yang sangat potensial, seperti Papua, Maluku dan Sulawesi,” pungkas H. Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Menjadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan