Sulaeman Hamzah : Paket Ekonomi Jilid III Harus Bisa Menggerakkan Koperasi

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemarin Rabu 7 Oktober 2015 mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid III.
Banyak kebijakan baru yang dilakukan pemerintah.
Paket kebijakan baru tersebut menyasar ke berbagai sektor industri. Pemerintah memangkas harga bahan bakar dan energi. Selain itu beberapa izin yang cukup panjang akhirnya dipangkas.
Sementara itu dari sektor keuangan, ada asuransi bagi petani hingga pengajuan KUR yang dipermudah.
Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa paket kebijakan ekonomi jilid III diharapkan bisa mendorong ekonomi rakyat kecil. Ada keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil dan ekonomi kreatif serta UKM (Usaha Kecil Menengah).
” Saya mengharapkan ada perhatian yang khusus kepada koperasi. Walaupun mengenai koperasi tidak tersurat langsung dalam paket kebijakan ekonomi jilid III, namun saya yakin ada terkandung maksud juga untuk koperasi. Sejak awal kita selalu mendorong ini, karena juga didukung oleh UUD 1945 pasal 33 bahwa perekenomian didorong dengan kerjasama dan gotong- royong,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara I DPR- Senayan, pada Kamis 8 Oktober 2015.
Sulaeman Hamzah memaparkan, bahwa kerjasama dan gotong- royong sudah menjadi budaya nasional bangsa Indonesia. Selama ini, pemerintah kurang perhatian terhadap koperasi, padahal koperasi yang prinsipnya adalah gotong- royong, tersurat dalam UUD 1945. Belakangan ini, bahkan koperasi tidak ada gaungnya lagi, justru kalah pamornya dengan UKM.
” UKM ini bukan suatu lembaga dan hanya bersifat perorangan. Kalau kita terlalu mendorong UKM, kemudian mengesampingkan koperasi, saya khawatir kita semakin tersesat jauh dalam mengembangkan perekonomian yang bersifat gotong- royong. Kalau UKM dikemas dalam sebuah wadah koperasi, itu sangat bagus,” tegas Sulaeman Hamzah, Politisi Partai NasDem ini.
Lebih lanjut Sulaeman berharap, dengan adanya asuransi pertanian dalam paket kebijakan ekonomi jilid III, kemasan dalam sebuah koperasi tadi menjadi sebuah kebangkitan. Kalau ini pemerintah gencar menjalankan, dirinya berharap pemerintah lebih fokus pada koperasi. Gerakan koperasi ini kita lihat ada di primer pada tingkat petani di pedesaan, bahkan gerakan koperasi ada ditingkat Kabupaten, Provinsi hingga Pusat.
” Induknya koperasi ada di Pusat Jakarta. Kalau saja pemerintah mau mendorong Inkud (Induk Koperasi Unit Desa) yang dulu pernah berjaya, kemudian ditarik ke lapangan dengan mendorong Puskud (Pusat Koperasi Unit Desa), kemudian mendorong KUD (Koperasi Unit Desa) ditingkat petani langsung, dan fokus pada satu komoditas, maka gerakan nasional satu komoditas yang dikelola KUD tersebut, dan diekspor oleh Inkud, maka ini bisa menjadi terarah,” ungkapnya.
Jadi, lanjutnya, komoditas yang merakyat bagi petani dan nelayan harus dikembangkan. Yang mendukung itu semua adalah Inkud, Puskud dan KUD. Apapun istilahnya, saya yakin akan berkembang pesat dan menjadi besar. Itu yang diharapkan Sulaeman atas keluarnya paket ekonomi jilid III.
” Sosialisasi paket ekonomi jilid III ini sangat penting ke daerah. Agar daerah dapat segera merasakan dampak dari paket ekonomi tersebut. Saya berharap kepada pemerintah daerah agar mau dan mampu menempatkan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) sesuai dengan bidang dan keahliannya. Kepala SKPD harus sesuai dengan disiplin ilmunya dan profesional di bidangnya,” ucap Anggota DPR dari Dapil Papua ini.
Menurutnya, jangan seperti selama ini yang terjadi di Indonesia, Kepala SKPD tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. Sehingga mereka tidak mampu memimpin lembaganya karena tidak menguasai bidangnya. Ini semua harus segera diperbaiki di Indonesia.
” Misalnya Kepala Dinas Pertanian, itu harus dari sarjana pertanian yang menguasai betul masalah- masalah yang berkaitan dengan pertanian. Demikian juga Kepala Dinas Peternakan misalnya, juga harus dari disiplin ilmu peternakan, sehingga bisa mengembangkan peternakan di daerahnya. Semua instansi teknis harus diisi oleh pejabat yang sesuai dengan disiplin ilmunya,” terangnya.
Sulaeman Hamzah menyoroti hal tersebut demi kemajuan daerah. Karena selama ini banyak instansi yang dipimpin oleh orang yang tidak kompeten. Bahkan ada Dinas Koperasi diisi oleh pejabat limpahan dari Dinas Pemakaman, ini tidak tepat. Kalau hal ini dibiarkan, semakin tidak menentu dan tidak mempunyai tujuan pemerintah daerah, hanya untuk memberi lapangan kerja kepada orang- orang dekat pejabat daerah saja.
” Apa yang bisa diharapkan dari pejabat yang hanya untuk memenuhi quota jabatan saja dan tidak bisa bekerja. Ini harus segera diperbaiki, agar daerah dapat membangun dengan cepat dan pejabat- pejabatnya mempunyai keahlian serta mau bekerja,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation