Sulaeman Hamzah : Hadapi Kartel Pangan, Tak Mungkin Bulog Sendirian

H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Pekan lalu (13/11), Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) melaporkan kepada Presiden Jokowi adanya dugaan praktik kartel beras nasional di beberapa daerah.
Praktik monopoli ini terjadi seiring masuknya beras impor sebesar 1.5 juta ton yang didatangkan oleh pemerintah dari Vietnam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah beritikad membatasi ruang gerak kartel agar harga beras di pasaran tetap terkontrol.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem H. Sulaeman Hamzah menyambut positif langkah pemerintah itu. Menurut Sulaeman, praktik kartel pangan ini sudah ada sejak pemerintahan SBY, dan saat ini pemerintahan Jokowi harus berjibaku menekan keberadaan mereka.
“ Sebetulnya ini luka lama sejak pemerintahan sebelumnya yang tidak terpantau, kemudian sekarang muncul kembali,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Gedung Nusantara I, Komplek Senayan, Selasa (18/11).
Legislator dari Papua ini mengatakan, persoalan kartel beras ini tak lepas dari keberadaan beberapa perusahaan swasta tertentu yang mendominasi kegiatan ekspor impor nasional.
Persoalan yang harus dihadapi pemerintah saat ini, menurut Sulaeman, tidak hanya menghadapi gerakan kartel tersebut, tapi juga pengelolaan beras impor yang telah didatangkan.
Dalam hemat Sulaeman, impor beras ini menghadirkan dilema bagi para petani, dan di sisi lain saling berjejalin dengan manuver para operator kartel beras.
“ Sebelum datangnya beras impor ini, petani memperkirakan hasil panen akhir tahun ini bisa menjadi modal saat memasuki masa tanam kembali. Tetapi dengan masuknya beras ini, menyulitkan mereka untuk memasarkan gabahnya karena harus bersaing dengan beras impor yang masuk,” tutur legislator Fraksi NasDem ini.
Menurut Sulaeman, meski pemerintah menegaskan bahwa beras impor hanya didatangkan sebagai stok cadangan pangan, dalam praktiknya akan sulit mencegah peredarannya. Berdasar pengalaman terdahulu, setiap ada arus masuk beras impor, sulit untuk mengerem agar tidak tersebar ke pasar.
Untuk itu, Sulaeman menyarankan agar upaya pemerintah menghadapi kartel pangan dilakukan secara menyeluruh, karena hal itu tak cukup dilakukan oleh satu institusi saja. Dia menghimbau seluruh stakeholder terkait bekerjasama menghadang kartel pangan, terutama institusi yang terkait dengan perizinan.
“ Untuk memberantas kartel, tidak mungkin hanya Bulog yang menghadapinya, kewalahan juga. Maka harus dilakukan penertiban yang melibatkan seluruh komponen. Izin usaha harus tertib. Bagi Perusahaan yang melanggar ketentuan dan kebijakan, ya harus diberikan sanksi yang tegas dari pihak penegak hukum, atau dicabut izin usahanya oleh Kementerian Perdagangan,” tegasnya.
Jika langkah itu tak dilakukan, Sulaeman khawatir persoalan kartel dari waktu ke waktu akan selalu berulang, baik dalam bentuk permainan harga pasar maupun penyelundupan bahan pangan impor. Selain itu, anggota Komisi Pertanian DPR ini sekali lagi mengingatkan pentingnya sinergitas koordinasi dan komunikasi antar Kementerian.
Untuk kesekian kalinya, Sulaeman mengutip kebijakan beras impor dari Vietnam, yang menurutnya merupakan efek dari lemahnya komunikasi dan koordinasi antar Kementerian.
“ Menteri Pertanian bilang stok aman, Menteri Perdagangan memilih mengimpor beras untuk cadangan stok nasional. Seharusnya hal-hal semacam itu tidak terjadi. Jangan sampai keputusan yang diambil justru merugikan petani dan masyarakat banyak,” sesalnya.
Meski pun begitu, berbagai tantangan di sektor pangan ini tak menyusutkan optimisme Sulaeman terhadap pemerintahan Jokowi- JK. Dia masih yakin, pemerintah bersama pengawalan DPR akan mampu memangkas pergerakan kartel pangan yang kerap menumpangi dinamika pasar dan kebijakan.
“ Saya berkeyakinan pemerintah saat ini bisa, sangat bisa, kalau komunikasi seluruh komponen terbangun,” pungkasnya. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation