Sulaeman Hamzah : Pemerintah Harus Kembangkan Sentra-Sentra Ternak Sapi

H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Kapal ternak KM Camara Nusantara I telah mulai memasok sapi ke DKI Jakarta pada Desember 2015 lalu.
Sebanyak 353 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawa ke Jakarta pada akhir tahun lalu. Hari Selasa 9 Februari 2016, sebanyak 299 ekor sapi dari NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk ke Tanjung Priok.
Namun, harga daging sapi di Jakarta masih berkisar di atas Rp 100.000,-/ kg, bahkan Rp 120.000,-/ kg.
Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin, harga daging sapi di Jakarta bisa turun sampai kisaran Rp 80.000/ kg dengan adanya kapal ternak tersebut.
Menurut H. Sulaeman Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, bahwa kebijakan pemerintah ini belum terpadu. Ada kegiatan yang namanya operasi pasar, yang ditugaskan oleh pemerintah kepada Perum Bulog. Bulog mengimpor daging sapi kemudian melakukan operasi pasar di beberapa pasar besar di Jakarta dan kota- kota besar lainnya.
” Tetapi, operasi pasar Bulog tersebut memang belum merata. Kemudian, belum ada langkah- langkah yang pasti dari pemerintah, sehingga terjadi kejanggalan seperti pemasokan sapi hidup dari NTT dan NTB, sapinya banyak di NTT dan NTB tetapi pulangnya kapalnya kosong,” ungkap Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 9 Februari 2016.
Menurut Sulaeman, hal tersebut disebabkan karena pemerintah menentukan sepihak harga beli di NTT dan NTB, tetapi standar harganya belum dibicarakan dan belum disepakati dengan peternak disana. Setidak- tidaknya pemerintah seharusnya melibatkan peternak sapi di NTT dan NTB soal harga, sehingga kapal tidak berlayar kosong tanpa muatan sapi.
” Lintas Kementerian juga harus koordinasi untuk masalah impor daging sapi dalam rangka operasi pasar. Operasi pasar jangan hanya dilakukan di beberapa titik saja, tetapi juga dilakukan di kota- kota besar yang kebutuhan daging sapinya tergolong cukup tinggi,” terang Politisi Partai NasDem Dapil Papua ini.
Itu, lanjutnya, merupakan langkah- langkah insidentil yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Tetapi untuk langkah jangka panjang, pemerintah harus berani mengeluarkan aturan dengan pengoperasian kapal ternak tersebut, setidak- tidaknya untuk mengangkut sapi bibit ke daerah- daerah yang potensial untuk peternakan sapi.
” Seperti yang pernah saya utarakan, dinas terkait di daerah perlu dilibatkan untuk mengawasi dan mengembangkan ternak sapi di daerahnya masing- masing. Saya yakin, banyak daerah di Indonesia yang potensial untuk ternak sapi, tetapi belum dimanfaatkan. Sehingga populasi sapi ini jangan hanya di NTT dan NTB saja, tetapi bisa merata di seluruh Indonesia,” tegas Anggota Komisi IV DPR RI ini.
Daerah- daerah lain yang potensial, tetapi belum dimaksimalkan oleh pemerintah, harus segera dikembangkan untuk sentra ternak sapi. Langkah ini harus segera diambil dalam rangka untuk populasi sapi di seluruh Indonesia, sehingga bisa memenuhi kebutuhan daging sapi secara nasional.
” Banyak daerah yang belum dimaksimalkan untuk sentra ternak sapi, seperti di Papua. Ada beberapa daerah di Papua yang potensial untuk ternak sapi, kita sebut Merauke. Merauke ini sangat potensial untuk ternak sapi, wilayahnya hampir sama dengan NTB potensinya. Limbah- limbah tanaman di Merauke bisa digunakan untuk pakan sapi. Juga di wilayah utara Papua juga sangat potensial untuk ternak sapi, ini yang mestinya diidentifikasi supaya penyebaran ternak bisa merata di Indonesia,” terangnya.
Kemudian, lanjutnya, di Sulawesi juga banyak tempat potensial untuk ternak sapi, seperti Sulawesi Tenggara, daerah ini patut diperhitungkan. Juga di Maluku sangat potensial dan hampir seluruh wilayah di Jawa dan Sumatera sangat potensial untuk ternak sapi, yang penting ada wilayah pertanian yang bisa dimanfaatkan untuk makanan dan tempat sapi.
” Sapi lokal jenis sapi Bali ini sangat cocok untuk pengembangan sapi. Saya berpengalaman mengimpor sapi dari Australia dan itu untuk dikembangbiakkan sangat kesulitan. Mungkin faktor iklim dan perlakuan terhadap sapi yang mempengaruhinya. Kalau di Australia, sapi dilepas begitu saja, tetapi di Indonesia karena lahan terbatas sehingga lokasi penggembalaan sapi sedikit, dan juga iklim tidak sama. Sapi Australia hanya beranak setahun atau 2 tahun, setelah itu tidak lagi,” urai Sulaeman.
Kalau jenis sapi Bali, lanjutnya, di semua daerah di Indonesia cocok. Jenis sapi Bali ini berkembang biaknya cepat dan cocok untuk wilayah di Indonesia. Juga cocok bagi konsumen, karena konsumen seperti tukang bakso cocok menggunakan daging sapi jenis Bali. Kalau daging sapi impor, bakso tidak cocok. Pasar terbesar daging sapi kan sebenarnya pedagang bakso,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional