Sulaeman Hamzah : Stop Dulu Reklamasi Teluk Jakarta Sampai Persoalan Tuntas

H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Setelah melakukan peninjauan di Serang- Banten pada Rabu 20 April 2016, Komisi IV DPR RI menemukan masih ada kapal penyedot pasir untuk pemenuhan material reklamasi di Teluk Jakarta yang beroperasi.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem H. Sulaeman Hamzah menyatakan pihaknya akan memproses hasil temuan mereka. Proyek Reklamasi Teluk Jakarta ini sebenarnya untuk memperindah Jakarta dan keputusan reklamasi ini sudah diambil sejak pemimpin yang dulu. Walaupun sudah ditetapkan dengan UU, kemudian menyusul dengan Kepres juga, tapi keseluruhan proses itu mesti dilalui, ketentuan yang mengikat seperti Amdal dan lainnya.
” Kami sangat menyesalkan mengapa masih ada aktivitas yang dilakukan padahal sudah ada keputusan untuk moratorium (pemberhentian sementara) proyek reklamasi Teluk Jakarta. Seperti diketahui, pengambilan material pasir untuk reklamasi Teluk Jakarta diambil dari Pulau Tunda di Serang- Banten,” ungkap Sulaeman kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, Rabu 20 April 2016.
Perairan Lontar sendiri yang tidak jauh dari Pulau Tunda itu juga menjadi obyek pengerukan pasir. Nelayan tradisional setempat mengeluhkan adanya operasional penyedotan yang sudah dilakukan sejak tahun 2004 karena membuat tangkapan ikan berkurang drastis.
” Kami dari DPR sangat kecewa terhadap kejadian ini. Bisa dilihat bagaimana suara kebatinan nelayan di sana, mereka sangat sedih, tidak bisa melaut. Mereka tidak mencari nafkah di laut karena proyek pengerukan, penyedotan material pasir yang dibawa ke Teluk Jakarta,” kata Sulaeman.
” Program reklamasi masih berlangsung, padahal sudah ada keputusan dari pemerintah pusat untuk menghentikan sementara, tetapi kenyataannya masih terjadi pengambilan pasir di pesisir Pulau Tunda. Kami di sana melihat dari dekat dan jelas bahwa ada kapal membawa material pasir, penyedotan untuk dibawa ke Teluk Jakarta,” sambung politisi Partai NasDem ini.
Tiga kepentingan, lanjutnya, harus dikedepankan ketika melakukan sebuah reklamasi, yakni kepentingan rakyat, negara dan bisnis. Kepentingan bisnis memang perlu, karena untuk investasi. Walaupun misalnya sebuah reklamasi dibangun oleh pemerintah, harus memikirkan kepentingan rakyat dan kepentingan yang lebih besar untuk bangsa dan negara.
” Itu sebabnya, harus digali lebih dalam lagi, karena data menyatakan bahwa ada aturan- aturan yang tumpang tindih terkait proyek reklamasi teluk Jakarta. Padahal sebetulnya kalau ditelusuri, aturan itu lahir tidak berbarengan, pasti berturut- turut lahirnya. Ada kepentingan yang lebih besar lagi, bahwa kawasan Jakarta dan Banten merupakan kawasan strategis nasional, ini harus diperhatikan,” tegasnya.
Kawasan strategis nasional ini harus diperhatikan seluruh aspek dan dengan pertimbangan matang. Jangan sampai pemerintah DKI Jakarta jalan sendiri, kemudian Banten jalan sendiri. Karena ini kawasan strategis nasional, maka harus ditentukan oleh pusat. Sebab hal ini sudah mencakup kawasan nasional.
” Perusahaan atau pengembang yang melaksanakan proyek reklamasi teluk Jakarta harus mempunyai perizinan sesuai perundang- undangan yang berlaku. Juga harus memiliki Amdal dan juga memperhatikan lingkungan hidup,” terangnya.
Sebaiknya antara pihak yang satu dengan yang lain tidak saling menyalahkan. Jangan sampai semuanya ngotot, merasa benar semua. Kalau kita hitung, dampak dari reklamasi itu sangat besar. Kawasan yang seharusnya jadi zona ekonomi masyarakat, menjadi rusak sehingga zona ekonomi tersebut tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh masyarakat.
” Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari laut. Karena ada reklamasi sehingga para nelayan menjadi terpuruk. Pengaruh reklamasi sangat besar bagi kehidupan nelayan. Kecuali reklamasi tersebut sudah berjalan lama, sehingga pemurnian air dan lingkungan sudah baik,” tegas Sulaeman, politisi Nasdem Dapil Papua ini.
Selama proyek reklamasi tersebut, tambahnya, nelayan mencari ikan menjadi jauh, karena pesisir rusak. Oleh karena itu, harus dianalisis dan dikaji secara matang, jangan sampai rakyat yang menjadi korban.
” Kami Komisi IV DPR baru saja kunjungan kerja ke Banten, tepatnya di kampung Lontar, disana ada pengerukan pasir dengan menggunakan kapal. Dalam sehari, kapal pengeruk pasir tersebut 2 kali ke Jakarta. Satu kapal isinya 32- 35 ribu ton meter kubik yang dibawa ke Jakarta. Bayangkan kalau setiap hari diangkut pasir dari Banten ke Jakarta sebanyak itu,” tandasnya.
Aspek lainnya, jelasnya, adalah berdampak pada kualitas rumput laut di Banten. Beberapa daerah mengambil bibit rumput laut ke Banten, khususnya kampung Lontar. Tetapi sekarang ini, rumput laut di kampung Lontar berwarna hitam dan kualitasnya menurun drastis.
” Selain itu, jaring para nelayan yang untuk menangkap ikan pada rusak kesedot pengerukan pasir. Intinya, kapal pengeruk pasir di Banten itu, jaraknya hanya sekitar 2 mil dari bibir pantai, sangat dekat dan itu merupakan zona tangkapan nelayan,” tandasnya.
Sulaeman selaku anggota Komisi IV DPR mendesak kepada pemerintah untuk segera bersikap tegas terhadap permasalahan tersebut. Pemerintah harus mengutamakan hajat hidup orang banyak, termasuk para nelayan. Karena negara harus hadir di tengah- tengah masyarakat apalagi yang sedang mengalami keterpurukan gara- gara pengerukan pasir.
” Kita berharap, pemerintah bertindak tegas sesegera mungkin. Jangan sampai ada polemik antara pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pusat. Sedapat mungkin duduk bersama dan segera ada kejelasan siapa yang berwenang. Di Komisi IV beberapa kali rapat dengan Kementerian Maritim, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, memutuskan menghentikan sementara reklamasi teluk Jakarta sampai persoalan tuntas, seperti perizinan, amdal dll,” pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional