logo seputarnusantara.com

Luthfi Andi Mutty : Kami Sambut Positif Wacana Pecat Satu Juta PNS

Luthfi Andi Mutty : Kami Sambut Positif Wacana Pecat Satu Juta PNS

Luthfi Andi Mutty, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem

3 - Jun - 2016 | 14:05 | kategori:Headline

Jakarta. Seputar Nusantara. Wacana perumahan 1 Juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) disambut secara positif oleh Luthfi Andi Mutty, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem.

Dalam perbincangan ringan selepas menghadiri Rapat Paripurna ke- 29 DPR, Kamis 2 Mei 2016, Luthfi menuturkan bahwa wacana tersebut merupakan bagian dari roadmap reformasi birokrasi yang telah dibahas Komisi II DPR dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu yang lalu.

Dalam roadmap tersebut disebutkan, langkah perampingan PNS bisa dilakukan untuk mereduksi para pegawai yang tidak mempunyai kompetensi yang mumpuni. Output perampingan dipandang akan berdampak positif bagi organisasi di tengah gemuknya struktur di dalam lembaga pemerintahan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selama ini budaya organisasi di dalam lembaga pemerintahan sangat buruk. Patologi PNS saat ini dinilainya berupa sikap lamban, korup, tingkat daya saing rendah, dan tidak berkompeten. Hal ini tentunya telah memperburuk kinerja pemerintahan yang semestinya melayani masyarakat.

“ Tentu rencana pemerintah untuk perampingan PNS ini bisa dipahami oleh semua pihak. Namun juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujar Politisi Partai NasDem ini.

Agar perampingan PNS bisa berlangsung dengan baik, mantan Bupati Luwu Utara ini berpendapat, perampingan harus dilakukan secara berkala. Langkah ini setidaknya akan menjadi jawaban atas kekhawatiran banyak pihak yang menyebutkan pemecatan PNS akan berdampak pada pengangguran besar-besaran.

“ Rencana perampingan PNS itu harus hati-hati, kalau tidak akan menimbulkan masalah baru,” tambahnya.

Dalam hematnya, perampingan bisa dilakukan dengan menggunakan angka pensiun yang setiap tahunnya mencapai 150 ribu orang. Angka tersebut bisa ditambah dengan merumahkan PNS yang tidak berkompeten hingga total yang dipensiunkan berjumlah 200 ribu.

Selanjutnya, perekrutan PNS baru hanya menyasar pada pos-pos yang sangat diperlukan, seperti dokter terpencil, guru, dan tenaga kesehatan bukan tenaga administrasi. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline