Sulaeman Hamzah : Pemotongan Anggaran, Banyak Pemborosan di K/L
H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 12 Mei 2016, telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016.
Inpres ini untuk pengendalian dan pengamanan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016
Total anggaran yang dipotong dari APBN Tahun Anggaran 2016 adalah Rp 50,016 triliun. Dari jumlah itu, sebesar Rp 20,951 triliun merupakan efisiensi belanja operasional, dan Rp 29,064 triliun merupakan efisiensi belanja lain. Selain itu dalam pemotongan itu juga terdapat Rp 10,908 triliun yang merupakan anggaran pendidikan, dan Rp 1,434 triliun yang sebelumnya masuk anggaran kesehatan.
Menurut H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI dari Dapil Papua, bahwa pemotongan anggaran Kementerian/ Lembaga pada tahun 2016 ini dalam rangka menjaga stabilitas fiskal.
” Pemotongan anggaran ini dalam rangka pengetatan dan penghematan APBN. Pemotongan anggaran 2016 ini dalam rangka efisiensi dan efektifitas Kementerian dan Lembaga Negara. Pengalaman tahun- tahun sebelumnya, anggaran besar tetapi justru tidak mampu menyerap dengan optimal,” tegas Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Selasa, 28 Juni 2016.
Menurut Sulaeman, langkah yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi ini sangat bagus. Sebab, dengan pemotongan anggaran tersebut, Kementerian/ Lembaga dapat melaksanakan program- program prioritas yang muaranya demi kesejahteraan rakyat.
” Menurut saya ini sangat bagus, Pemerintah semakin jeli dalam melihat postur APBN kita dan semakin hari semakin lebih mementingkan pembangunan nasional. Dengan pemotongan anggaran ini, tidak mengurangi kinerja Kementerian/ Lembaga. Justru pos- pos yang selama ini terjadi pemborosan, bisa dikurangi bahkan dihilangkan dengan kebijakan ini,” ungkap Sulaeman.
Sulaeman mencontohkan pemborosan yang terjadi di Kementerian/ Lembaga, misalnya rapat yang seharusnya bisa dilakukan dikantor yang bersangkutan, tetapi justru dilakukan di hotel, ini termasuk pemborosan anggaran.
” Dengan pemotongan Rp 50 Triliun-an itu sangat masuk akal. Sebab, kita juga harus membiayai pembangunan nasional yang membutuhkan biaya besar. Presiden Jokowi melihat banyak pemborosan di Kementerian/ Lembaga, sedangkan program yang bersentuhan langsung dengan rakyat justru sedikit. Nah, inilah yang mau dirubah oleh Presiden, supaya Kementerian/ Lembaga ini benar- benar melaksanakan program yang bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh rakyat,” ucap Politisi Partai NasDem Dapil Papua ini.
Pemerintahan Jokowi menginginkan agar Kementerian/ Lembaga memprioritaskan kepentingan rakyat, sehingga anggaran harus betul- betul bermanfaat bagi rakyat. Seperti tol laut, yang merupakan program prioritas Presiden Jokowi, sebenarnya ini untuk menjawab ketimpangan antara Jawa dan Luar Jawa.
” Program Tol Laut ini kan untuk menjawab ketimpangan yang selama ini terjadi. Dengan Tol Laut, maka keseimbangan antara Barat dan Timur, Utara dan Selatan, Jawa dengan Luar Jawa bisa terwujud. Sebab Tol Laut dapat menjawab ketimpangan itu semua,” terangnya.
Pemerintahan Jokowi Fokus Bangun Daerah Perbatasan dan Papua
Juga daerah perbatasan, untuk menjawab ketimpangan daerah perbatasan, maka pemerintah memprioritaskan pembangunan di daerah perbatasan. Tujuannya adalah agar daerah perbatasan juga merasakan pembangunan nasional yang berkeadilan.
” Dulu, hal- hal seperti itu selalu ditutupi. Tetapi sekarang tidak bisa lagi, di era keterbukaan dan informasi sekarang ini, semua harus transparan. Publik harus tahu apa yang dikerjakan oleh pemerintah, sebab rakyatlah yang memilih pemimpin di negeri ini, maka pemimpin wajib melayani masyarakat,” ucapnya.
Sulaeman memaparkan bahwa kebutuhan air bersih, listrik, sarana penunjang lainnya seperti jalan raya, jembatan, sudah mulai dibangun didaerah- daerah pelosok, termasuk di Papua. Infrastruktur di Papua, juga sudah dan sedang dibangun oleh Pemerintahan Jokowi.
” Infrastruktur di Papua memang harus terus dibangun. Untuk menjangkau daerah pedalaman, yang disana banyak sungai besar, maka normalisasi sungai sangat penting segera dilakukan oleh pemerintah. Sebab, dengan normalisasi sungai, maka dari daerah pedalaman bisa dilalui menggunakan perahu menuju pegunungan. Dengan normalisasi sungai ini, maka angkutan sungai lancar dan dapat mempermudah serta mempermurah barang dan jasa,” ucap Politisi Fraksi Partai NasDem DPR RI Dapil Papua ini.
” Pembangunan di Papua, khususnya infrastruktur sudah dimulai di Papua. Pembangunan jalan antar Kabupaten juga sudah menjadi prioritas pemerintah. Oleh karena itu, wujudkan pembangunan yang maksimal di Papua dengan tetap memperhatikan kearifan lokal disana,” pungkas H. Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional