Kresna Dewanata Phrosakh : Perbaiki Sistem Penerimaan Siswa Baru

Kresna Dewanata Phrosakh, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun 2017 menimbulkan polemik dan konflik dikalangan orang tua murid dan sekolah.
Polemik dan konflik antara orang tua murid dan pihak sekolah terjadi dikarenakan ketidakpuasan orang tua murid terhadap sistem dan kinerja pihak sekolah.
Polemik di beberapa daerah, justru menimbulkan kekisruhan di sekolahan antara orang tua murid dan pihak sekolah, ini menimbulkan kesan buruk dunia pendidikan di Indonesia.
Sedangkan menurut Kresna Dewanata Phrosakh, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem (Nasional Demokrat) bahwa penerimaan siswa baru itu sudah diatur dalam UU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional).
” Tetapi, dengan adanya sistem zonasi itu sudah dibenarkan. Jika calon siswa baru berada di lingkungan sekolahan tersebut, sebaiknya bisa terserap semua. Jadi, seharusnya tidak ada lagi sekolah favorit dan tidak favorit,” ungkap Kresna kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Kamis 20 Juli 2017.
Kresna, politisi Partai NasDem ini, menyesalkan sampai terjadinya konflik antara orang tua murid dengan pihak sekolah. Seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi kalau masing- masing bisa menahan diri dan melakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
” Konflik seperti itu untuk apa? Seharusnya tidak perlu terjadi. Seharusnya pihak sekolah dan wali murid sama- sama mengerti persoalannya. Kalau memang siswa tersebut tidak diterima pihak sekolah, harus ada alasan yang rasional dan harus segera diberitahukan kepada wali murid, sehingga saling mengerti dan memahami,” tegas Kresna, Politisi Partai NasDem ini.
Kemudian, lanjutnya, ada salah satu viral di Medsos (media sosial), bahwa ada anak yang diterima di sebuah sekolah, namun kemudian ternyata tidak diterima, karena diisi oleh murid yang lain. Hal- hal seperti ini yang sebenarnya tidak perlu terjadi di dunia Pendidikan Indonesia.
” Hal tersebut jangan sampai terulang lagi kedepannya. Saya berharap agar kedepan ada sistem yang lebih baik lagi dalam hal penerimaan siswa baru. Saya sarankan Kemendikbud bisa membuat sistem yang lebih baik daripada sekarang, agar konflik penerimaan siswa baru tidak terulang kembali,” ucap Kresna, Anggota Komisi X DPR RI ini.
Kresna memaparkan, jangan hanya melihat dari satu sudut pandang yaitu anak tersebut mampu atau tidak mampu, tetapi lihat juga minat dari siswa tersebut untuk bersekolah di tempat itu. Jadi, minat siswa untuk bersekolah di tempat tersebut juga merupakan point pertimbangan dalam rangka penerimaan siswa baru.
” Kalau memang siswa tidak diterima di sekolah tersebut, harus segera diberikan penjelasan yang rasional dan beritahukan ke wali murid, sehingga siswa tersebut bisa langsung dengan cepat mencari sekolah lain,” tegasnya.
Menurutnya, kalau memang siswa tersebut tinggal didaerah sekolahan itu, maka jangan pikir panjang untuk diterima. Sebab, sistem zonasi itu sudah tepat, agar siswa bisa bersekolah yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
” Kalau memang siswa tersebut sudah berminat bersekolah di tempat itu, ya diterima saja. Jangan sampai mengurangi minat dan semangat siswa untuk bersekolah. Sebab, dengan minat dan semangat yang kuat, maka siswa tersebut akan belajar dengan tekun dan berprestasi,” ungkap Kresna.
” Persoalan ini sudah dibahas di Komisi X dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dan Mendikbud menegaskan akan ditindaklanjuti ditingkat daerah. Mendikbud juga sudah mengumpulkan laporan- laporan dari daerah, supaya konflik antara wali murid dan sekolah tidak terulang lagi, dan kedepan sistemnya lebih bagus lagi,” pungkas Kresna Dewanata Phrosakh di penghujung wawancara. (Aziz).
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi Untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Hari Raya Idul Fitri. Posko Terintegrasi, Kesiapan Logistik, dan Penguatan Koordinasi Operasional Dilakukan Untuk Memastikan Layanan Telekomunikasi Tetap Prima
- Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara Tahun 2026 : TelkomGroup Melepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman. Dukung Kelancaran Mobilitas Melalui 27 Bus Ramah Lingkungan dan 3 Kapal Laut serta Pastikan Keandalan Jaringan Selama Periode Idul Fitri
- Rutan Kelas IIB Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Mengusulkan Sebanyak 123 Narapidana Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M
- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kauman, Heru Tjahjono Soroti Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Telkom Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM. Program Pembinaan Telkom Membuka Peluang Bagi Pelaku Usaha Perempuan Untuk Tumbuh dan Memperluas Pasar di Era Digital
- TelkomGroup dan Huawei Teken MoU Strategis Untuk Memperkuat Infrastruktur Digital dan Ekosistem Data Center. Bersama NeutraDC, Kolaborasi ini Membuka Peluang Pengembangan Ekosistem Data Center, Cloud, serta Penguatan Kapabilitas Teknologi dan Talenta Digital
- Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tulungagung, DR. Heru Tjahjono Tekankan Pentingnya Ketahanan Sosial di Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan
- Kolaborasi TelkomGroup dan Komdigi Jaga Keandalan Layanan dan Infrastruktur Jaringan Nasional Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Tingkatkan Kapasitas Jaringan hingga 60,7 Tbps dan Operasikan Posko SIAGA RAFI dengan Dukungan Sebanyak 13.700 Personel
- TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-Secure Connectivity Melalui Data Center Untuk Ekosistem Digital Indonesia. Integrasikan Kapabilitas Data Center dan Security Berbasis AI Guna Menghadirkan Managed Services Yang Andal Untuk Mendukung Transformasi Digital
- Satu Tahun Danantara Indonesia : Memperkuat Fondasi Untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Transformasi TelkomGroup Untuk Terus Meningkatkan Nilai, dari Penguatan Tata Kelola hingga Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat
- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama dan Ramah Tamah dengan Awak Media dan LSM se- Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah
- Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan. Peningkatan Disiplin Operasional, Penataan Portofolio, dan Pembentukan Strategic Holding Menjadi Fondasi Untuk Menciptakan Valuasi Bisnis Yang Lebih Tinggi
- TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Siap Masuki Fase Pertumbuhan Baru ke Kancah Regional dibawah Fullerton Health. Langkah Divestasi Strategis Guna Memperkuat Fundamental TelkomGroup Sebagai Holding Utama dan Fokus Pada Core Business Telekomunikasi dan Digital
- PT. Telkom (Persero) Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah. Wadah inovasi ESG Karyawan di Seluruh Telkom Regional Untuk Menghadirkan Solusi Yang Aplikatif dan Berkelanjutan
- Menapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub. Memperluas Kapasitas Infrastruktur AI-Ready dan Konektivitas Regional Untuk Mendukung Posisi Indonesia Dalam Ekosistem Digital Asia Pasifik
- CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Hari Raya Idul Fitri. Rangkaian Kegiatan TelkomGroup Siaga RAFI 2026 Turut Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp 2 Miliar
- Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Melanjutkan Kolaborasi Strategis Dalam Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia. Eksplorasi Konektivitas non-Terestrial Untuk Memperluas Jangkauan dan Meningkatkan Keandalan Jaringan Nasional
- Mudik Gratis Idul Fitri Tahun 2026 : Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik. Pendaftaran Dibuka Tanggal 3 Maret 2026 melalui laman resmi https://mudik2026.telkomgroup.id/
- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Menekankan Agar Masyarakat Hati- hati dan Waspada terhadap Potensi Terjadinya Kebakaran
- Finnet Milik PT. Telkom (Persero) dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan Bagi Pekerja Migran Indonesia. Kolaborasi Strategis Perluas Inklusi Keuangan dan Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital Nasional