logo seputarnusantara.com

Masyarakat Batak Sambut Berdirinya DMAB dan LABB

Masyarakat Batak Sambut Berdirinya DMAB dan LABB

Para Inisiator, Pengurus DMAB dan LABB yang baru terbentuk, bersama peserta

21 - Des - 2018 | 14:14 | kategori:Headline
Masyarakat Batak Sambut Berdirinya DMAB dan LABB
Foto:Para Inisiator, Pengurus DMAB dan LABB yang baru terbentuk, bersama peserta
Jakarta, seputarnusantara.com
Masyarakat Batak menyambut kehadiran Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) yang resmi berdiri tanggal 5 Desember 2018 lalu, di Aula Hiobadja, Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur.
Hal ini terlihat dari respons beberapa Pengurus Punguan (Kumpulan) Marga maupun Marga-marga yang mengucapkan Selamat, Sukses maupun Congratulations, melalui surat resmi, atau melalui WhatsApp. Sementara setiap kumpulan marga, biasanya memiliki ratusan bahkan ribuan anggota kepala keluarga.
Diketahui, terbentuknya DMAB dan LABB ini merupakan wujud kesepakatan para Ketua Umum atau Ketua Punguan Marga-marga, maupun Punguan Marga  yang ada di wilayah Ibukota Negara, Jakarta dan sekitarnya. Tentu, peristiwa ini menjadi sangat bersejarah bagi masyarakat Batak, karena dinilai baru kali ini ada pihak yang berhasil melibatkan sekitar 160 pimpinan atau pengurus marga maupun marga-marga yang ada di Jabodetabek.
Sebelum terbentuk, ada hampir setahun mereka melakukan perbincangan (rembukan) secara ‘long march’ sejak Nopember 2017, dan pernah menggelar perhelatan pertama Seminar Adat Budaya Batak, pada 8 Februari 2018, di Aula Hiobadja, Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur.
Adapun narasumber sekaligus inisiator yang berbicara pada Seminar tersebut adalah, Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, MA dari Yayasan Palito ( mengenai Adat Dalihan Na Tolu/ DNT); Dr. H.P Panggabean, SH., mantan Hakim Agung, Ketua Umum DPP Kermahudatara/ Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara (mengenai Masyarakat Hukum Adat Batak); Marsma TNI (Pun) M. Situmorang, Penasehat PLD Distrik VIII HKBP Jakarta (mengenai Pelestarian Tradisi Adat Batak Bagi Generasi Muda); dan Togarma Naibaho, peneliti seni budaya Batak (Seni Budaya Batak).
Sedangkan penyanggah waktu itu adalah, Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM (Ketua Umum DPP Forum Bangso Batak Indonesia); Sam Sarumpaet (Profesional Seni Budaya/ Dosen); dan Moderator, Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME (Rektor Universitas Mpu Tantular). Selanjutnya Panitia membentuk Komisi-komisi yang menggodok perbincangan mengenai 3 (tiga) bidang yaitu: Bidang Adat Budaya Batak; Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak; dan Bidang Seni Budaya Batak.
Maka, keinginan luhur pembentukan DMAB dan LABB merupakan ujung dari pertemuan-pertemuan selama ini, dan yang akan dijadikan sebagai wadah bersama seluruh marga-marga, dalam rangka membantu mengatasi berbagai problem yang muncul di masyarakat Batak khususnya.
Harus diakui, banyaknya problem yang terjadi di masyarakat Batak akibat perkembangan zaman yang ditandai dengan pesatnya pengaruh Informasi dan Teknologi (IT), menciptakan tantangan peradaban baru. Tantangan ini termasuk dalam hal: tradisi adat, sosial, budaya, ekonomi dan Bona Pasogit (kampung halaman), sehingga dipandang perlu sebuah lembaga yang dapat membuat panduan-panduan dan membantu solusi-solusi alternatif, berikut pola penanganan berbagai kasus dengan pendekatan hukum adat dan Dalihan Na Tolu (Tiga Tungku). .
Disisi lain, munculnya regulasi-regulasi dalam bidang kemasyarakatan maupun Undang-undang Desa, membuka peluang untuk melakukan berbagai penyesuaian dan perwujudannya. Tentu, berbagai perkembangan dan kemajuan masyarakat maupun wilayah, akan menjadi titik perhatian utama yang perlu dikerjakan bersama.
Dalam pantauan tanggal 5 Desember 2018 itu, Sidang Umum Pembentukan DMAB dan LABB dipimpin Ketua Umum Panitia, Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc, didampingi Sekretaris Drs. Hotland Hutajulu, MM serta para inisiator. Melalui mekanisme yang disepakati peserta, maka terpilihlah para Ketua Umum dan para Wakil Ketua Umum DMAB. DMAB kemudian membentuk LABB, dan selanjutnya memimpin pengucapan ikrar.
Diawal acara, dilakukan dulu  Sidang Pleno Komisi I dan II yang menyampaikan Laporan Hasil-hasil Rapat Komisi selama hampir setahun, oleh Ketua Komisi I Bidang Adat dan Budaya Batak, Jadisman Hutapea, dan Ketua Komisi II Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak, Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu.
Terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) adalah: Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu, dengan para Wakil Ketua Umum 1-6 yaitu: Marsda TNI (Purn). JFP Sitompul; Prof. Dr. Laurence A. Manullang; Drs. Jackson M. Turnip, MH; Drs. Martua Situngkir, Ak; Dr. Pontas Sinaga; dan Nikolas S. Naibaho.
Sedangkan Ketua Umum Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) Pusat terpilih adalah: Budi P. Sinambela, BBA, dengan para Wakil Ketua Umum 1-9 yaitu: F. Jadisman Hutapea; Drs. Hotland Hutajulu, MM; St. Ir. Monang Sirumapea; St. Drs. Radjamuda Sidabutar, SH., MH; Ir. Restu Silitonga; Robert Anton Situmeang; St. Abidan Simanjuntak; Ir. Mukhtar Panjaitan; dan St. Paul Tampubolon.
Diketahui, para anggota DMAB terdiri dari para Ketua Umum atau Ketua Marga-marga, maupun Ketua-Ketua Umum atau Ketua-ketua Perkumpulan Marga, maupun para perwakilan pengurus yang memegang mandat. Sedangkan LABB, selain Ketua Umum, Sekjen, Ketua Bidang maupun Pengurus Marga pemegang mandat perwakilan perhimpunannya, juga ditambah dari para aktivis Sosial dan Budaya Batak.
Secara prinsip, DMAB disebut menetapkan posisi sebagai lembaga yang bersifat Legislatif (Strategis), sedangkan LABB adalah sebagai lembaga yang bersifat Eksekutif (Operasional). Dalam posisinya, LABB merupakan pusat, yang nantinya akan membentuk jajaran organisasinya di berbagai wilayah Provinsi, hingga Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia, bahkan di Mancanegara.
Dikatakan Panitia, mereka mengundang sekitar 160-an Punguan Marga yang ada di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan absen, ada sekitar 300-an orang lebih yang hadir pada waktu itu. Setelah itu, dilakukan acara-acara Rapat Komisi I, Rapat Komisi II, Dengar Pendapat Pakar dan Akademisi, Dengar Pendapat Para Praktisi Adat Batak.
Kedepan, DMAB dan LABB akan meggelar ‘Pesta Bolon’ (Pesta Besar) sekaligus sosialisasi kepada seluruh masyarakat Batak se Indonesia, bahkan se-Dunia, sebagai puncak perhelatan sebagaimana yang dicanangkan. (AZIS/DANS)
Jakarta. Seputar Nusantara. Masyarakat Batak menyambut kehadiran Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) yang resmi berdiri tanggal 5 Desember 2018 lalu, di Aula Hiobadja, Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur.
Hal ini terlihat dari respons beberapa Pengurus Punguan (Kumpulan) Marga maupun Marga-marga yang mengucapkan Selamat, Sukses maupun Congratulations, melalui surat resmi, atau melalui WhatsApp.
Sementara setiap kumpulan marga, biasanya memiliki ratusan bahkan ribuan anggota kepala keluarga.
Diketahui, terbentuknya DMAB dan LABB ini merupakan wujud kesepakatan para Ketua Umum atau Ketua Punguan Marga-marga, maupun Punguan Marga  yang ada di wilayah Ibukota Negara, Jakarta dan sekitarnya.
Tentu, peristiwa ini menjadi sangat bersejarah bagi masyarakat Batak, karena dinilai baru kali ini ada pihak yang berhasil melibatkan sekitar 160 pimpinan atau pengurus marga maupun marga-marga yang ada di Jabodetabek.
Sebelum terbentuk, ada hampir setahun mereka melakukan perbincangan (rembukan) secara ‘long march’ sejak Nopember 2017, dan pernah menggelar perhelatan pertama Seminar Adat Budaya Batak, pada 8 Februari 2018, di Aula Hiobadja, Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur.
Adapun narasumber sekaligus inisiator yang berbicara pada Seminar tersebut adalah, Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, MA., dari Yayasan Palito ( mengenai Adat Dalihan Na Tolu/ DNT); Dr. H.P Panggabean, SH., mantan Hakim Agung, Ketua Umum DPP Kermahudatara/ Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara (mengenai Masyarakat Hukum Adat Batak); Marsma TNI (Pun) M. Situmorang, Penasehat PLD Distrik VIII HKBP Jakarta (mengenai Pelestarian Tradisi Adat Batak Bagi Generasi Muda); dan Togarma Naibaho, peneliti seni budaya Batak (Seni Budaya Batak).
Sedangkan penyanggah waktu itu adalah, Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM., (Ketua Umum DPP Forum Bangso Batak Indonesia); Sam Sarumpaet (Profesional Seni Budaya/ Dosen); dan Moderator, Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME., (Rektor Universitas Mpu Tantular).
Selanjutnya Panitia membentuk Komisi-komisi yang menggodok perbincangan mengenai 3 (tiga) bidang yaitu: Bidang Adat Budaya Batak; Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak; dan Bidang Seni Budaya Batak.
Maka, keinginan luhur pembentukan DMAB dan LABB merupakan ujung dari pertemuan-pertemuan selama ini, dan yang akan dijadikan sebagai wadah bersama seluruh marga-marga, dalam rangka membantu mengatasi berbagai problem yang muncul di masyarakat Batak khususnya.
Harus diakui, banyaknya problem yang terjadi di masyarakat Batak akibat perkembangan zaman yang ditandai dengan pesatnya pengaruh Informasi dan Teknologi (IT), menciptakan tantangan peradaban baru. Tantangan ini termasuk dalam hal: tradisi adat, sosial, budaya, ekonomi dan Bona Pasogit (kampung halaman), sehingga dipandang perlu sebuah lembaga yang dapat membuat panduan-panduan dan membantu solusi-solusi alternatif, berikut pola penanganan berbagai kasus dengan pendekatan hukum adat dan Dalihan Na Tolu (Tiga Tungku). .
Disisi lain, munculnya regulasi-regulasi dalam bidang kemasyarakatan maupun Undang-undang Desa, membuka peluang untuk melakukan berbagai penyesuaian dan perwujudannya. Tentu, berbagai perkembangan dan kemajuan masyarakat maupun wilayah, akan menjadi titik perhatian utama yang perlu dikerjakan bersama.
Dalam pantauan tanggal 5 Desember 2018 itu, Sidang Umum Pembentukan DMAB dan LABB dipimpin Ketua Umum Panitia, Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc, didampingi Sekretaris Drs. Hotland Hutajulu, MM., serta para inisiator. Melalui mekanisme yang disepakati peserta, maka terpilihlah para Ketua Umum dan para Wakil Ketua Umum DMAB. DMAB kemudian membentuk LABB, dan selanjutnya memimpin pengucapan ikrar.
Diawal acara, dilakukan dulu Sidang Pleno Komisi I dan II yang menyampaikan Laporan Hasil-hasil Rapat Komisi selama hampir setahun, oleh Ketua Komisi I Bidang Adat dan Budaya Batak, Jadisman Hutapea, dan Ketua Komisi II Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak, Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu.
Terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) adalah: Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu, dengan para Wakil Ketua Umum 1-6 yaitu: Marsda TNI (Purn). JFP Sitompul; Prof. Dr. Laurence A. Manullang; Drs. Jackson M. Turnip, MH; Drs. Martua Situngkir, Ak; Dr. Pontas Sinaga; dan Nikolas S. Naibaho.
Sedangkan Ketua Umum Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) Pusat terpilih adalah: Budi P. Sinambela, BBA, dengan para Wakil Ketua Umum 1-9 yaitu: F. Jadisman Hutapea; Drs. Hotland Hutajulu, MM; St. Ir. Monang Sirumapea; St. Drs. Radjamuda Sidabutar, SH., MH; Ir. Restu Silitonga; Robert Anton Situmeang; St. Abidan Simanjuntak; Ir. Mukhtar Panjaitan; dan St. Paul Tampubolon.
Diketahui, para anggota DMAB terdiri dari para Ketua Umum atau Ketua Marga-marga, maupun Ketua-Ketua Umum atau Ketua-ketua Perkumpulan Marga, maupun para perwakilan pengurus yang memegang mandat.
Sedangkan LABB, selain Ketua Umum, Sekjen, Ketua Bidang maupun Pengurus Marga pemegang mandat perwakilan perhimpunannya, juga ditambah dari para aktivis Sosial dan Budaya Batak.
Secara prinsip, DMAB disebut menetapkan posisi sebagai lembaga yang bersifat Legislatif (Strategis), sedangkan LABB adalah sebagai lembaga yang bersifat Eksekutif (Operasional). Dalam posisinya, LABB merupakan pusat, yang nantinya akan membentuk jajaran organisasinya di berbagai wilayah Provinsi, hingga Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia, bahkan di Mancanegara.
Dikatakan Panitia, mereka mengundang sekitar 160-an Punguan Marga yang ada di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan absen, ada sekitar 300-an orang lebih yang hadir pada waktu itu. Setelah itu, dilakukan acara-acara Rapat Komisi I, Rapat Komisi II, Dengar Pendapat Pakar dan Akademisi, Dengar Pendapat Para Praktisi Adat Batak.
Kedepan, DMAB dan LABB akan meggelar ‘Pesta Bolon’ (Pesta Besar) sekaligus sosialisasi kepada seluruh masyarakat Batak se Indonesia, bahkan se-Dunia, sebagai puncak perhelatan sebagaimana yang dicanangkan. (Aziz/ Dans)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Tulisan dengan Kategori Headline