PT. Telkom (Persero) Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Jadi Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity. Pengalihan Aset dan Bisnis dengan Total Rp 85,7 Triliun Memperkuat InfraNexia Dalam Mengembangkan Lebih dari 90% Aset Jaringan Telkom
7 - Agu - 2026 | 22:15 | kategori:Headline
Keterangan foto : Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf.
Jakarta. Seputar Nusantara. Pasca penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang secara efektif berlaku sejak Januari 2026, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) yang merupakan operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale yang netral, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Seiring dengan transformasi tersebut, InfraNexia terus mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif, memperluas kolaborasi dengan pelanggan eksternal, serta terus meningkatkan operational excellence melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, dan eksekusi model operasi yang semakin efektif. Capaian yang telah dibangun pada tahap pertama tersebut menjadi landasan yang kuat bagi Telkom untuk melanjutkan perjalanan transformasi melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa pelaksanaan Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi tonggak penting dalam mempercepat transformasi bisnis TelkomGroup, serta selaras dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset BUMN. Melalui langkah ini, Telkom berupaya mempertajam fokus pengelolaan aset infrastruktur digital agar lebih lincah dalam menangkap peluang pasar, memperluas kolaborasi, serta menciptakan nilai jangka panjang. Di sisi lain, TelkomGroup juga mendorong akselerasi strategi TLKM 30, khususnya pilar unlock value melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi, seperti data center, tower, dan jaringan fiber, sehingga mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan ke depan.
“ Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional,” ujar Dian.
Setelah rampungnya proses pengalihan portofolio bisnis dan aset, InfraNexia akan memiliki lebih dari 90% total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh Telkom. Aset tersebut mencakup jaringan akses ke pelanggan hingga core backboneserta infrastruktur pendukung lainnya. Secara keseluruhan, atas kepemilikan tersebut InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang terbentang di seluruh Indonesia atau hampir setara 3 kali keliling bumi. Dengan kepemilikan aset ini, InfraNexia akan memperkuat perannya sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang berfokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional.
Lebih lanjut, Dian juga menekankan bahwa Spin-Off InfraCo Tahap 2 juga memiliki fokus utama untuk meningkatkan pengalaman pelanggan : “ Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan strategic initiative dari TelkomGroup yang tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing. Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan.”
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi strategi transformasi TLKM 30 sebagai upaya penguatan bisnis infrastruktur digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan aset strategis, meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta pengembangan bisnis melalui kemitraan strategis. Inisiatif ini sekaligus mendukung transisi Telkom menuju strategic holding dengan penguatan struktur organisasi yang lebih fokus pada penciptaan nilai dan sinergi antarentitas. Melalui pemisahan ini, TelkomGroup diharapkan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menambahkan : ” Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis digital infrastruktur yang memiliki proposisi nilai lebih kuat. Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi TelkomGroup dalam mendukung pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan berdaya saing global,” pungkas Seno.
Meskipun kepemilikan saham mayoritas dipegang oleh Telkom sebesar lebih dari 99%, InfraNexia akan tetap beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggan. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan layanan konektivitas yang lebih andal, berkualitas tinggi, dan mendukung upaya TelkomGroup dalam memperluas penetrasi fixed broadband guna mendukung percepatan pemerataan konektivitas digital di Indonesia.
Transformasi ini sejalan dengan praktik yang telah diterapkan oleh berbagai operator telekomunikasi global dalam memperkuat bisnis infrastruktur digital. Melalui pembentukan entitas infrastruktur yang lebih fokus, perusahaan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kemitraan strategis, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan serupa telah diterapkan oleh sejumlah operator internasional, seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telefónica, dan KPN, dalam mengembangkan bisnis wholesale connectivity yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Sejalan dengan visi tersebut, Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, menegaskan penyelesaian spin-off ini menjadi fondasi krusial bagi perusahaan.
“ Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal. Dengan integrasi aset yang semakin matang, kami akan memperkuat layanan utama kami—mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing. Lebih jauh, kami sudah melakukan akselerasi program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network guna menghadirkan infrastruktur konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif. Upaya strategis ini akan memperkuat kesiapan kami dalam pengembangan konektivitas mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia. Semua ini kami jalankan dengan fokus utama kepada pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan,” tambah Lukman.
Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan wujud nyata TelkomGroup dalam upaya memberikan nilai tambah tidak hanya bagi pelanggan wholesale, namun juga bagi ekosistem digital nasional secara keseluruhan. Proses transaksi akan berlangsung secara seamless sehingga tidak berdampak pada layanan pelanggan. TelkomGroup juga memastikan seluruh proses transaksi dilakukan secara transparan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta memenuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku, termasuk termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Aziz)
#ElevatingYourFuture
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Menjadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan
- PT. Telkom (Persero) Menghadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti oleh 350 Peserta. Program Edukasi Pemanfaatan AI Secara Bijak dan Inovasi Digital Untuk Penguatan Resiliensi Emosi Bagi Pelajar Indonesia
- Polemik di Masyarakat Purworejo yang Muncul Terkait Pemberitaan Mengenai Proses Tender Sebaiknya Tidak Diperpanjang Lagi, Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Turunkan Tensi
- Gunakan Layanan DWDM, Kolaborasi InfraNexia Milik PT. Telkom dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan- Batam- Padang. Kolaborasi Pada Dua Rute Lintas Provinsi Memperkuat Kapasitas Jaringan Untuk Mendukung Pertumbuhan Trafik Data dan Layanan Digital
- Gelaran BATIC 2026 Yang Diselenggarakan oleh PT. Telkom (Persero) Kukuhkan Indonesia Sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik. Satukan Para Pemimpin Digital Global, Hasilkan Ribuan Pertemuan Bisnis, Wujudkan Kemitraan Strategis, Ciptakan Kolaborasi Ekosistem Digital Yang Solid
- Telkom Solution Perkuat B2B ICT, Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise di Kawasan Asia Pasifik. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Jadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan
- Proyek- Proyek di Bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi Berjalan On Progress dan Seluruh Pekerjaan Harus Disiplin Tepat Waktu, Berkualitas dan Jangan Sampai Kena Denda Keterlambatan
- Gempa Nusa Tenggara Timur : Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam. TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pasca Bencana
- Telin Milik PT. Telkom (Persero) Memperluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026. Perkuat Kapabilitas Internasional TelkomGroup Melalui Ekspansi Konektivitas, Adopsi Arsitektur Digital Terbuka, dan Pengembangan Yang Terintegrasi
- Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Akan Selenggarakan Karnaval HUT Kemerdekaan RI, Menjadi Daya Tarik Wisatawan dan Dongkrak Perekonomian Masyarakat
- ignitePRO Hadir di BATIC 2026 yang Diselenggarakan oleh Telkom, Dorong Transformasi AI ke Aksi Nyata. Pertemukan Pemimpin Bisnis, Pemerintahan, Teknologi, dan Infrastruktur Untuk Mengupas Langkah Menuju Adopsi AI Berskala Besar
- PT. Telkom (Persero) Selenggarakan BATIC 2026 Untuk Membuka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik. Hadir Perdana, Executive Conference IgnitePRO Bahas Inovasi Teknologi Autonomous AI Untuk Segmen Enterprise