logo seputarnusantara.com

Finalis Duta Pelajar Anti Narkoba 2026 Cheryl Ellena Gracia Ajak Pelajar Berani Tolak Penyalahgunaan NAPZA

17 - Okt - 2026 | 18:55 | kategori:Headline

Keterangan foto : Finalis Duta Pelajar Anti Narkoba (DPAN) Indonesia Tingkat Provinsi 2026, Cheryl Ellena Gracia, mengajak para pelajar untuk berani menolak penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).

Jakarta. Seputar Nusantara. Finalis Duta Pelajar Anti Narkoba (DPAN) Indonesia Tingkat Provinsi 2026, Cheryl Ellena Gracia, mengajak para pelajar untuk berani menolak penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).

Siswi SMA IPEKA Puri Indah, Jakarta tersebut menilai bahwa upaya pencegahan perlu dimulai dengan membangun kesadaran dan menghentikan anggapan bahwa penyalahgunaan NAPZA merupakan hal yang lumrah dalam pergaulan.

Tekanan lingkungan pertemanan dapat menjadi tantangan bagi pelajar dalam menentukan pilihan. Keinginan untuk diterima dalam kelompok terkadang membuat seseorang merasa perlu mengikuti perilaku orang lain, meskipun berisiko bagi kesehatan dan masa depannya.

“ Karena itu, pelajar perlu memiliki keberanian untuk mengambil keputusan secara mandiri, termasuk menolak ajakan yang berpotensi membahayakan diri,” jelas Cheryl.

Dia menekankan bahwa sesuatu yang berbahaya tidak seharusnya dianggap wajar hanya karena sering dijumpai dalam pergaulan. Kesadaran ini penting agar pelajar mampu mengenali risiko dan melindungi diri dari penyalahgunaan NAPZA.

Penyalahgunaan NAPZA dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, kemampuan belajar, hubungan sosial, serta kesempatan meraih cita- cita. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Cheryl juga mendorong para pelajar untuk tidak sekadar menjauhi NAPZA secara pribadi, tetapi turut menciptakan lingkungan pertemanan yang positif. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan saling mengingatkan, memberikan dukungan kepada teman, dan membangun budaya pergaulan yang sehat.

Di lingkungan sekolah, kesadaran tersebut perlu diperkuat melalui edukasi berkelanjutan serta dukungan guru, keluarga, dan masyarakat. Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak juga penting agar pelajar merasa aman untuk membicarakan persoalan pergaulan maupun tekanan yang mereka hadapi.

Sebagai finalis DPAN Indonesia Tingkat Provinsi 2026, Cheryl berharap generasi muda semakin aktif mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Menurutnya, pelajar tidak hanya perlu memahami risikonya, tetapi juga menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“ Saya juga ingin mengingatkan bahwa masa muda merupakan kesempatan berharga untuk belajar, mengembangkan potensi, meraih prestasi, dan mempersiapkan masa depan,” tegas Cheryl.

Dia juga menambahkan, setiap keputusan dalam pergaulan perlu mempertimbangkan kesehatan, keselamatan, dan cita-cita jangka panjang.

Menghentikan normalisasi penyalahgunaan NAPZA dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenali risikonya, berani menolak ajakan yang membahayakan, serta mendukung teman untuk membuat pilihan yang lebih sehat.

Dengan keterlibatan pelajar, keluarga, sekolah, dan masyarakat, lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA diharapkan dapat terus diwujudkan. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

You must be logged in to post a comment.

Tulisan dengan Kategori Headline