logo seputarnusantara.com

GRAy. Koes Moertiyah : Kapasitas Roy Suryo Perlu Dipertanyakan Lagi

GRAy. Koes Moertiyah : Kapasitas Roy Suryo Perlu Dipertanyakan Lagi

GRAy. Koes Moertiyah, Ketua Lembaga Adat Keraton Solo

27 - Feb - 2014 | 15:35 | kategori:Headline

Solo. Seputar Nusantara. Titik terang untuk mengakhiri konflik di Keraton Surakarta nampaknya masih jauh panggang dari api. Menpora Roy Suryo yang mengaku ditunjuk Presiden menjadi mediator konflik justru diragukan kebenarannya. Kubu Lembaga Dewan Adat menuding Roy Suryo melakukan kebohongan dan sama sekali tidak menerima mandat itu dari Presiden SBY.

Ketua Lembaga Dewan Adat, GKR Wandansari atau akrab disapa Gusti Koes Moertiyah mengaku bertemu Presiden SBY pada Rabu kemarin di Istana Negara. Menurut Moertiyah, dia dan tujuh putra-putri mendiang Susuhunan Paku Buwono (PB) XII serta dua kerabat yang tergabung dalam Ketua Lembaga Dewan Adat, diundang Presiden untuk didengar pendapatnya terkait konflik di Keraton Surakarta.

“Kami sudah memaparkan akar persoalan dari hulu hingga hilir terjadinya konlfik. Presiden menyimak dengan seksama dan memahami persoalan yang terjadi di internal keraton. Beliau juga tidak akan mencampuri hal-hal yang di luar kewenangan beliau, misalnya persoalan adat adalah hukum di keraton yang tidak bisa diintervensi,” ujar Koes Moertiyah, Kamis (27/2/2014).

Moertiyah juga mengungkapkan, dari pertemuan itu diketahuinya bahwa kapasitas Roy Suryo yang selama ini mengaku mendapat mandat dari Presiden agar menjadi mediator konflik Keraton Surakarta, perlu dipertanyakan lagi. Karena dari pembicaraan dengan Presiden diketahuinya bahwa sejauh ini tidak ada satupun orang yang telah diberi mandat khusus menjadi mediator tersebut.

“Kami sendiri juga tidak tahu apa kepentingan dia (Roy Suryo, red) tiba-tiba tampil sok menjadi pahlawan untuk menyelesaikan persoalan padahal dia sendiri tidak paham betul dengan persoalan yang terjadi. Sebagai kerabat dari Pura Paku Alaman, akan lebih bagus kalau dia mengurusi konflik internal di Paku Alaman yang hingga saat ini juga belum selesai,” sergah Moertiyah.

Seperti diberitakan, Roy Suryo mengaku sebagai mediator yang ditunjuk Presiden telah melakukan berbagai langkah terkait konflik Keraton Surakarta. Dia mengaku telah melakukan pertemuan dengan kedua kubu dengan kualitas yang sama. Bahkan hari Minggu (23/2) lalu Roy telah membawa Susuhunan PB XIII menghadap Presiden SBY di Gedung Agung Yogyakarta.

“Pertemuan di Yogyakarta itu bukan atas inisiatif Presiden. Beliau hanya menerima saja. Bahkan Presiden mengaku kepada kami bahwa pada pertemuan di Yogyakarta itu Presiden sempat menanyakan yang dari Dewan Adat kok tidak hadir, tapi dijawab sedang dalam perjalanan. Padahal kami tidak diundang, dan kalaupun diundang juga tidak akan datang,” ujar Moertiyah. (dtc/Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.