logo seputarnusantara.com

Komisi III DPR RI Soroti Masalah Peredaran Narkoba di Jawa Tengah

Komisi III DPR RI Soroti Masalah Peredaran Narkoba di Jawa Tengah

Abu Bakar Al- Habsyi, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS

1 - Mar - 2018 | 15:47 | kategori:Headline

Semarang. Seputar Nusantara. Peredaran Narkoba menjadi salah satu persoalan yang paling menjadi sorotan dan catatan serius bagi Komisi III DPR RI saat kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah.

Demikian dikatakan Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi disela-sela pertemuan antara Komisi III DPR dengan Instansi Kepolisian Daerah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng.

“Kami mendorong agar BNNP Jateng meningkatkan performanya dalam pengungkapan narkoba. Karena dalam setahun ini, mereka hanya mengungkap 15 perkara, sedangkan Polda Jawa Tengah bisa mengungkap 678 perkara. Karenanya, saya mendorong agar BNNP Jateng lebih giat lagi dalam pemberantasan narkoba,” ucap pria yang akrab disapa Habib itu, di Semarang, Jateng, Selasa (27/2/2018).

Habib menyampaikan, bahwa Komisi III DPR juga melakukan evaluasi terhadap kinerja Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng. Hal itu perlu dilakukan, karena ternyata 70 persen peredaran Narkoba di Jawa Tengah dikendalikan dari dalam lapas.

“Bahkan kemarin sempat terungkap adanya satu napi yang  bisa mengendalikan peredaran narkoba dari Lapas Nusa Kambangan. Selain itu didapati fakta, adanya satu Kalapas yang memberikan kemudahan sehingga narkoba bebas keluar masuk lapas. Ini catatan yang sangat penting buat kami,” jelasnya.

Politisi F-PKS itu meminta agar ke depan, Menteri Hukum dan HAM memberikan perhatian serius pada perbaikan mentalitas SDM.

“Terkait tren meningkatnya penyelundupan narkotika di Indonesia, saya menilai ini adalah masalah yang perlu mendapat penanganan sangat serius oleh pemerintah. Indonesia saat ini sedang perang dengan narkoba, bukan oleh pasukan tentara,” tandasnya. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.