logo seputarnusantara.com

Serap Aspirasi di UIN SATU Tulungagung, Anggota DPR/ MPR RI Heru Tjahjono Dorong Penguatan Demokrasi Substansial dan Etika Berbangsa

21 - Jun - 2026 | 22:00 | kategori:Headline

Keterangan foto : Anggota Komisi IX DPR RI DR. Ir. Heru Tjahjono, M.M., menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) MPR RI di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung- Jawa Timur, pada Minggu 21 Juni 2026

Tulungagung- Jawa Timur. Seputar Nusantara. Anggota Komisi IX DPR RI DR. Ir. Heru Tjahjono, M.M. menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) MPR RI di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung, Minggu (21/6/2026). Mengangkat tema “Penguatan Demokrasi Substansial dan Etika Berbangsa,” kegiatan ini diikuti oleh kalangan mahasiswa dan masyarakat umum yang sangat antusias mengikuti kegiatan dialog kebangsaan.

Kegiatan ASMAS merupakan ruang dua arah bagi Wakil Rakyat untuk mendengarkan langsung aspirasi, keluhan, dan harapan masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman nilai- nilai kebangsaan. Dalam forum tersebut, Heru Tjahjono memaparkan pentingnya membawa praktik demokrasi Indonesia menuju kualitas yang substansial dan tidak berhenti pada prosedur formal semata.

“ Demokrasi yang sehat tidak cukup diukur dari seberapa rutin kita menggelar Pemilu (Pemilihan Umum). Demokrasi substansial menuntut kualitas, yakni sejauhmana suara rakyat benar- benar didengar dan kebijakan publik berpihak pada kesejahteraan rakyat,” ujar Heru di hadapan para peserta.

Menurutnya, demokrasi prosedural yang hanya menekankan mekanisme pemungutan suara berisiko kehilangan makna apabila tidak disertai partisipasi yang bermutu, transparansi, dan keadilan. Dia mengajak kepada peserta, khususnya mahasiswa, untuk menjadi warga negara yang kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Keterangan foto : Anggota Komisi IX DPR RI DR. Ir. Heru Tjahjono, M.M., dan para peserta kegiatan ASMAS (Aspirasi Masyarakat) menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum acara dimulai

Pada dimensi etika, Heru menegaskan bahwa kebebasan dalam berdemokrasi harus dibingkai oleh etika berbangsa yang bersumber dari Pancasila. Tanpa etika, lanjutnya, kontestasi politik mudah terjebak pada politik uang, ujaran kebencian, dan polarisasi yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“ Etika berbangsa adalah fondasi yang menjaga agar kebebasan demokrasi tidak berubah menjadi kebablasan. Disinilah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pijakan kita bersama,” tegasnya.

Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi penyerapan aspirasi. Sejumlah peserta menyampaikan berbagai masukan, mulai dari keterlibatan generasi muda dalam pengambilan kebijakan, kekhawatiran terhadap praktik politik uang, hingga harapan akan keteladanan etika dari para penyelenggara negara. Seluruh aspirasi dicatat untuk menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan tugas Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan.

Menanggapi hal tersebut, Heru Tjahjono menyampaikan komitmennya untuk menjembatani aspirasi masyarakat Tulungagung ke tingkat nasional. Dia juga mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam proses demokrasi di Indonesia.

” Mahasiswa adalah kekuatan moral bangsa. Saya berharap kalian menjadi pelaku demokrasi yang berintegritas, menjunjung tinggi etika, dan berani menyuarakan kebenaran,” tutupnya. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

You must be logged in to post a comment.

Tulisan dengan Kategori Headline