Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Telah Selamatkan 29 Rumah dan Industri Yang Terbakar Selama 1 Semester Tahun 2026. Penyelamatan Non Kebakaran Juga Intensif Dilaksanakan Untuk Membantu Masyarakat Yang Membutuhkan
14 - Jul - 2026 | 14:00 | kategori:Headline
Keterangan foto : Slamet, S. IP. (kiri), Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Kantor Sat Pol PP dan Damkar (Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah dan Tri Yulianto (kanan), Petugas Lapangan Pemadam Kebakaran
Purworejo. Seputar Nusantara. Kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah pada semester pertama (periode Januari – Juni) tahun 2026 ini sejumlah 29 kebakaran. Dari 29 kejadian kebakaran tersebut, meliputi kebakaran rumah, industri dan areal lahan.
Hal tersebut disampaikan oleh Slamet, S.IP.., Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Kantor Sat Pol PP dan Damkar (Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah kepada Media Online seputarnusantara.com di kantornya, pada Selasa 14 Juli 2026.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pada semester pertama tahun 2026 ini, kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Purworejo sebanyak 29. Sedangkan kegiatan yang berbentuk Penyelamatan Non Kebakaran selama 6 bulan ini sejumlah 230.
” Bentuk kegiatan Penyelamatan Non Kebakaran yakni evakuasi sarang tawon atau OTT (Operasi Tangkap Tawon), kemudian. evakuasi ular, pelepasan cincin di jari dan ada juga penanganan pohon tumbang,” terangnya secara detail.
Dari data yang ada, imbuhnya, ada 14 rumah yang terjadi kebakaran, kemudian industri atau UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) itu ada 5 kejadian kebakaran, dan areal lahan ada 4, serta selebihnya 6 kebakaran yakni kendaraan.
” Karena sekarang ini musim kemarau diperkirakan cukup panjang, maka areal lahan perlu diwaspadai dan harus ada kesiapsiagaan supaya tidak terjadi kebakaran. Harapan kami, masyarakat perlu lebih berhati- hati selama musim kemarau panjang ini,” tegas Slamet.
Secara rinci dia memaparkan bahwa kebakaran yang disebabkan dari korsleting listrik sebanyak 14 kali. Kemudian ada 17 kejadian kebakaran karena human error (kelalaian manusia) seperti : lupa mematikan kompos gas saat memasak, dan membakar sampah yang tidak dijaga.
” Perilaku masyarakat perlu diperhatikan agar tidak terjadi kebakaran. Membakar sampah sebenarnya tidak diperbolehkan, apabila terpaksa membakar sampah maka harus dijaga jangan ditinggal pergi supaya aman. Dan pastikan kompor sudah mati setelah selesai memasak, ini sangat penting untuk menghindari bahaya kebakaran,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa ada 4 kejadian kebakaran mobil dan motor di Purworejo yang disebabkan oleh korsleting dan menimbulkan percikan api sehingga terbakar. Namun 4 kejadian kebakaran kendaraan tersebut berhasil dijinakkan oleh Pemadam Kebakaran.
” Dari sisi wilayah, yang paling banyak terjadi kebakaran itu di Kecamatan Purworejo Kota sebanyak 8 kali. Kemudian di Kecamatan Purwodadi sebanyak 4 kali dan Kutoarjo sebanyak 4 kali juga. Sedangkan wilayah lainnya rata- rata satu kali,” urai Slamet.
Dia berpesan dan berharap, ketika terjadi kebakaran, masyarakat untuk segera menghubungi dan melaporkan ke Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo supaya segera ditangani. Sambil memadamkan api secara manual atau dengan alat yang dipunyai, sebaiknya segera lapor ke Damkar.
Sedangkan menurut Tri Yulianto, Petugas Lapangan Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo, penyebab kebakaran korsleting listrik di rumah disebabkan karena melebihi kapasitas daya listrik di rumah tersebut. Misalkan dayanya cuma 450 Watt tetapi pemakaiannya lebih dari 450 Watt, sehingga terjadi kelebihan beban yang mengakibatkan kebakaran.
” Jadi, kalau dayanya 450 Watt tetapi pemakaian melebihi 450 Watt, maka akan terjadi over capacity yang bisa mengakibatkan korsleting listrik. Dan kita himbau kepada masyarakat, jangan terlalu banyak menggunakan kabel roll listrik, roll disambung roll kemudian disambung toll disambung roll, ini akan bisa menyebabkan korsleting listrik,” terang Tri Yulianto.
Kemudian, sambungnya, jika terpaksa membakar sampah, walaupun secara aturan tidak diperbolehkan, harus ditungguin sampai sampah tersebut padam. Jangan sampai membakar sampah kemudian ditinggal pergi yang bisa berakibat merembet apinya dan membahayakan rumah sekitarnya.
” Yang perlu hati- hati juga mengenai kompor gas. Regulator tabung gas jangan ditimpa benda pemberat, karena ketika benda pemberat tersebut jatuh maka gas akan keluar dan bisa berakibat kebakaran. Jika regulator sudah tidak layak, lebih baik diganti saja. Jangan sampai gara- gara regulator rusak yang harganya cuma ratusan ribu, tapi bisa berakibat fatal membakar rumah seharga ratusan juta rupiah,” terang Tri Yulianto.
Lebih lanjut dia memaparkan, agar masyarakat tetap hati- hati selama musim kemarau panjang ini. Jika meninggalkan rumah, maka pastikan kelistrikan aman dan kompor sudah mati. Alangkah lebih baiknya jika tidur, regulator dicopot supaya tenang dan aman. Dan apabila pergi meninggalkan rumah diatas 2 jam, maka sebaiknya regulator juga dicopot supaya aman. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Menjadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan
- PT. Telkom (Persero) Menghadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti oleh 350 Peserta. Program Edukasi Pemanfaatan AI Secara Bijak dan Inovasi Digital Untuk Penguatan Resiliensi Emosi Bagi Pelajar Indonesia
- Polemik di Masyarakat Purworejo yang Muncul Terkait Pemberitaan Mengenai Proses Tender Sebaiknya Tidak Diperpanjang Lagi, Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Turunkan Tensi
- Gunakan Layanan DWDM, Kolaborasi InfraNexia Milik PT. Telkom dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan- Batam- Padang. Kolaborasi Pada Dua Rute Lintas Provinsi Memperkuat Kapasitas Jaringan Untuk Mendukung Pertumbuhan Trafik Data dan Layanan Digital
- Gelaran BATIC 2026 Yang Diselenggarakan oleh PT. Telkom (Persero) Kukuhkan Indonesia Sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik. Satukan Para Pemimpin Digital Global, Hasilkan Ribuan Pertemuan Bisnis, Wujudkan Kemitraan Strategis, Ciptakan Kolaborasi Ekosistem Digital Yang Solid