Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
7 - Sep - 2026 | 16:30 | kategori:Headline
Keterangan foto : (kiri ke kanan) SVP Group Sustainability & Corporate Communication Ahmad Reza, Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur Enterprise and Business Service Telkom Veranita Yosephine, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan pada kegiatan Public Expose Live 2026, Senin (7/9).
Jakarta. Seputar Nusantara. Transformasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memberikan sinyal positif terhadap penguatan fundamental guna menciptakan nilai jangka panjang dan membangun Telkom sebagai digital telco yang semakin kompetitif. Pada kegiatan Public Expose Live 2026 yang berlangsung secara online, Senin (7/9), Direktur Utama Telkom Dian Siswarini berkesempatan untuk memaparkan perkembangan transformasi TelkomGroup melalui empat pilar strategis TLKM 30, yakni operational & service excellence, streamlining, unlocking value, serta modus-operandi shift.
Turut hadir dalam agenda tersebut, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra, Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur Enterprise and Business Service Telkom Veranita Yosephine, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan, yang turut memaparkan kinerja Semester I 2026 serta arah perseroan dalam mengeksekusi transformasi untuk mencapai target pertumbuhan optimal pada tahun ini.
Transformasi TLKM 30 dijalankan salah satunya untuk membangun struktur bisnis TelkomGroup yang lebih fokus, dengan visibilitas kinerja dan akuntabilitas yang semakin jelas. Hal tersebut dilakukan melalui penyederhanaan organisasi, pengurangan tumpang tindih bisnis, serta penguatan pengelolaan dan pelaporan berbasis segmen. Saat ini, Telkom melakukan delayering bisnis ke dalam lima segmen utama, yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others dan Ancillary. Langkah ini merupakan bagian dari transisi menuju model Strategic Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo) yang lebih terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada value creation.
“Sebagai bagian dari implementasi TLKM 30, delayering ini sangat penting karena kami ingin setiap bisnis di TelkomGroup memiliki akuntabilitas dan yang lebih jelas dan fokus pada bisnis inti, dengan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja, arus kas, dan investasi pada masing-masing bisnis. Kami juga dapat mengambil keputusan strategis secara lebih cepat dan tepat, termasuk dalam menentukan ke mana resource dan capital perlu diarahkan. Ini menjadi fondasi penting bagi Telkom untuk tumbuh lebih sehat sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar ke depan,” ujar Dian.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra, memaparkan kinerja perseroan. Hingga paruh pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 75,9 triliun, tumbuh 3,9% YoY. Sementara EBITDA tercatat meningkat 3.8% YoY menjadi Rp 37,5 triliun dengan margin 49,4%, dan laba bersih tumbuh 1.4% YoY mencapai Rp 10,6 triliun. Secara ternormalisasi, laba bersih mencapai Rp 11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY. Kinerja tersebut didukung oleh perbaikan monetisasi bisnis seluler serta disiplin operasional di TelkomGroup.
Di sisi efisiensi, Telkom terus memperkuat disiplin biaya dan alokasi modal untuk memastikan penerapan spesifikasi yang lebih tepat guna. Lebih dari 94% CAPEX dialokasikan untuk bisnis inti pada segmen B2C dan B2B Infrastructure, investasi Perseroan tetap terarah pada area yang memiliki peran strategis terhadap pertumbuhan jangka panjang.
“Secara keseluruhan, hasil Semester I menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan earnings yang tetap positif. Kami juga melihat perkembangan yang semakin baik pada profitabilitas, khususnya pada kuartal kedua. Ke depan, kami akan terus menjaga disiplin biaya dan kualitas pertumbuhan untuk mendukung pencapaian target profitabilitas sepanjang tahun,” pungkas Angelo.
Sejalan dengan hal tersebut, Telkom terus mengoptimalkan kekuatan infrastruktur digital sebagai salah satu sumber value creation terbesar. Pada segmen B2B Infrastructure, InfraNexia diarahkan menjadi neutral carrier yang melayani kebutuhan ekosistem TelkomGroup sekaligus membuka ruang pertumbuhan dari pelanggan eksternal. Telkom saat ini mempersiapkan spin-off tahap dua yang diharapkan rampung pada kuartal III 2026 agar InfraNexia dapat sepenuhnya beroperasi sebagai entitas utama yang menggarap bisnis wholesale connectivity TelkomGroup dan menyerap potensi lebih besar.
Optimalisasi juga dilakukan pada bisnis data center. Pada Semester I 2026, pendapatan NeutraDC mencapai Rp 867 miliar atau tumbuh 11% YoY, dengan total kapasitas efektif mencapai 49,9 MW. Permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center (HDC) tetap kuat, ditandai dengan okupansi HDC Cikarang yang mencapai 96%, sementara HDC Batam ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II 2026 dengan kapasitas awal 6 MW. NeutraDC juga akan terus menambah kapasitas secara disiplin melalui pertumbuhan organik dan strategic partnership.
Area prioritas pada segmen B2B ICT tetap menunjukkan pertumbuhan positif pada periode ini. Hal tersebut tercermin dari pendapatan SME yang tumbuh 11,5% dan jumlah pelanggan IndiBiz yang meningkat 11,7% menjadi 756 ribu. Penguatan bisnis enterprise juga terus dilakukan untuk menangkap potensi pertumbuhan yang sangat besar seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital. Salah satunya melalui rencana pengambilalihan 100% Digiserve yang akan memperkuat kapabilitas B2B ICT Telkom dalam menghadirkan solusi end-to-end bagi pelanggan di berbagai sektor.
Di segmen B2C, Telkomsel melanjutkan momentum pertumbuhan di tengah dinamika makroekonomi dan iklim kompetisi yang terus berkembang. Pendapatan tumbuh 5,3% secara tahunan menjadi Rp 28,0 triliun, sementara EBITDA meningkat 10,3% dan laba bersih tumbuh 24,9%. Perbaikan kinerja juga tercermin dari ARPU mobile yang meningkat 11,6% secara tahunan menjadi Rp 46 ribu, di tengah basis pelanggan yang lebih terkonsolidasi. Kinerja tersebut mencerminkan fokus Telkomsel untuk membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta efisiensi operasional, sekaligus menjaga fundamental keuangan yang sehat.
Telkomsel juga terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui tambahan 100 MHz spektrum pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz, sehingga total portofolio spektrum meningkat menjadi 265 MHz. Tambahan spektrum tersebut akan memperkuat cakupan dan kapasitas jaringan, mendukung pengembangan 5G, serta meningkatkan kualitas pengalaman digital pelanggan. Pemanfaatannya akan dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan dengan tetap mengedepankan disiplin alokasi modal, produktivitas spektrum, dan visibilitas terhadap imbal hasil, untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas jaringan, dan profitabilitas yang berkelanjutan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan, “Kami tetap berfokus membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengutamakan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta disiplin investasi. Ke depan, tambahan 100 MHz spektrum akan semakin memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan serta mendukung pengembangan 5G. Kami akan memanfaatkan tambahan spektrum ini secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar, dengan tetap menjaga disiplin investasi dan visibilitas terhadap imbal hasil untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.”
Optimistis Jaga Pertumbuhan dan Profitabilitas 2026
Memasuki semester kedua, Telkom akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas melalui monetisasi mobile data, perbaikan fixed broadband, efisiensi biaya, dan akselerasi transformasi TLKM 30. Berdasarkan pencapaian Semester I, Perseroan tetap mempertahankan guidance kinerja 2026 dengan target pertumbuhan normalized revenue sebesar 1–3% dan margin EBITDA di atas 50%. Pada kuartal II 2026, margin EBITDA Telkom juga telah kembali berada di atas 50%, menunjukkan perbaikan secara kuartalan.
“Dengan fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, kami yakin Telkom berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target 2026. Fokusnya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan disiplin modal. Kami ingin memastikan setiap langkah transformasi memberikan dampak yang semakin nyata terhadap kinerja dan pada akhirnya mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi stakeholders, dengan tetap memberikan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” tutup Angelo. (Aziz)
#ElevatingYourFuture
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di seluruh Indonesia. Melalui Dukungan terhadap Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), Telkom Akses Memperkuat Penataan Jaringan Telekomunikasi dengan Tetap Menjaga Kontinuitas Layanan Pelanggan
- Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Tegaskan bahwa Ekspansi Jaringan Air Minum Sukses ke Wilayah Selatan Barat Purworejo Demi Kepentingan Masyarakat akan Air Bersih
- Mitratel Milik PT. Telkom (Persero) Memperluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026. Sebagai Next-Generation Tower Company, Mitratel Dukung Penguatan Pilar Sovereign Digital Infrastructure TelkomGroup
- PT. Telkom Perkuat ESG Lewat Keanggotaan UN Global Compact dan Program Zero Waste to Landfill. Keanggotaan UNGC Dorong Penyelarasan Strategi dan Praktik Bisnis TelkomGroup dengan Prinsip Keberlanjutan Global
- Kunjungi Booth TelkomGroup di BTW 2026, Menteri Komdigi Tinjau Peran NeutraDC bagi Kedaulatan Ekosistem AI Data Center. TelkomGroup Mendorong Penguatan Kapasitas Komputasi dan Konektivitas Andal untuk Mendukung Perkembangan AI di Indonesia
- Masih Banyak PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang ada di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah Belum Mempunyai Sertifikat PBJ (Pengadaan Barang/ Jasa) Pemerintah
- Sudah 65 Kejadian Kebakaran Lahan di Kabupaten Purworejo Sepanjang Tahun 2026 ini, Masyarakat Dihimbau Lebih Hati- hati dan Waspada di Saat Musim Kemarau Panjang dan El Nino
- PT. Telkom (Persero) Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T. Melalui Program BISA PandAI Numerasi, TelkomGroup Memperkuat Kapasitas Guru dan Mendorong Pembelajaran Interaktif di Kabupaten Lebak, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Tual
- Tiga Srikandi TelkomGroup Hadirkan Perspektif Kepemimpinan Perempuan di Bali Tech Week 2026. Berlangsung 19- 23 Oktober 2026, BTW 2026 Buka Ruang Kolaborasi dan Inovasi Lebih Luas bagi Para Pelaku Industri
- Rutan Kelas IIB Purworejo Kerjasama dengan Dinas Kesehatan Lakukan Screening Kesehatan WBP Untuk Cegah Penyakit Menular dan Pastikan Kondisi Kesehatan WBP Tetap Fit
- Progress Pembangunan 2 Gedung Kelurahan di Kabupaten Purworejo : Pembangunan Kantor Kelurahan Cangkrep Kidul Masih On The Track dan Kantor Kelurahan Lugosobo Mengalami Deviasi Minus Cukup Besar
- Telkom Perkuat Peran sebagai Strategic Holding, Tetapkan Arah Bisnis hingga 2030. Portfolio Forum Menjadi Langkah Strategis Dalam Mengorkestrasi Bisnis Group, Mengoptimalkan Investasi, dan Menciptakan Nilai Jangka Panjang
- Sekretaris DPRD Kabupaten Purworejo : Jadikan Momentum Hari Jadi ke- 78 DPRD Kabupaten Purworejo sebagai Semangat untuk Lebih Mendekatkan Lembaga Legislatif dengan Masyarakat
- PT. Telkom (Persero) Siapkan Percepatan Buyback untuk Mendukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham. Sisa Alokasi Buyback yang Telah Disetujui Masih Lebih dari Rp 3 Triliun, dengan Pelaksanaan yang Mengedepankan Disiplin Alokasi Modal dan Fleksibilitas Keuangan
- TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub. BTW 2026 Menjadi Momentum TelkomGroup Memperkuat Kolaborasi Bersama Pemerintah dan Pelaku Industri Untuk Mendorong Transformasi Digital Nasional
- Finalis Duta Pelajar Anti Narkoba 2026 Cheryl Ellena Gracia Ajak Pelajar Berani Tolak Penyalahgunaan NAPZA
- TelkomGroup Salurkan Bantuan Kesehatan bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan. Peduli Bencana Karhutla 2026, TelkomGroup Salurkan Paket Masker Medis dan Vitamin di Tiga Provinsi Terdampak
- Telkom University Terus Berkoordinasi Dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif. Telkom University Dukung Upaya Pencarian Bersama Keluarga dan Pihak Berwenang
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Realisasikan Berbagai Bantuan Hibah Untuk Kelompok Tani. Petani Harus Cermat Dalam Manajemen Pertanian dan Cerdas Iklim Agar Hasil Pertanian Maksimal
- Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti. Penataan Portofolio Bisnis Secara Terukur dan Berlandaskan Tata Kelola yang Baik Menjadi Pijakan Transformasi TelkomGroup Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan