Sahat Silaban : Kekurangan Anggaran, Sebaiknya Polri Optimalkan PNBP
Sahat Silaban, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jakarta. Seputar Nusantara. Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 20,09 triliun, untuk alokasi sektor belanja pegawai dan operasional Polri tahun anggaran 2016.
Kapolri menjelaskan, pagu anggaran Polri 2016 sebesar Rp 67 triliun masih terhitung minim, mengingat perhitungan kebutuhan polri mencapai lebih kurang Rp 80 triliun.
Badrodin menjelaskan, minimnya anggaran itu hanya memungkinkan untuk menutup beban penggajian aparatur Polri selama 11 bulan. Pandangan itu disampaikan Kapolri saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Kamis (17/9), dengan agenda pembahasan anggaran Polri 2016.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Sahat Silaban berpendapat bahwa, Kepolisian selayaknya memaksimalkan anggaran dari sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan oleh Kepolisian.
Sebagaimana penjelasan Jenderal Badroddin Haiti, sektor PNBP itu berasal dari administrasi kepengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Dengan begitu, maka Polri tidak terlalu bergantung pada sumber anggaran lain di APBN yang notabene berasal dari pinjaman luar negeri.
” Baiknya hasil dari PNBP yang digenjot, ketimbang mendapatkan pinjaman dari luar negeri,” ungkap Sahat Silaban.
Di sisi lain, Legislator dari Dapil Sumatera Utara II ini menyatakan dukungannya terhadap keinginan Polri dalam menambah alokasi anggaran 2016. Baginya, penambahan itu sangat penting untuk menopang kinerja Polri dalam mengemban tugas negara.
Apalagi, ke depan Indonesia akan menghadapi Pilkada serentak 2015. Dalam kondisi ini, diperlukan kesiagaan Polri dalam mendukung keamanan dan keberhasilan pesta demokrasi lokal itu.
” Jangan sampai kekurangan ini berpengaruh negatif juga dalam pengamanan Pilkada,” lanjut tokoh Silaban sedunia ini.
Sahat juga menyampaikan persoalan yang selama ini dia jaring dari kekhawatiran pemerintah daerah. Menurutnya, sekarang kondisi nasional sedang cukup sulit akibat efek pelemahan ekonomi global. Pelemahan rupiah, meningkatnya kemiskinan serta pemutusan hubungan kerja menjadi fenomena yang terus membayangi perekonomian kita.
Dalam kacamata Sahat, persoalan ekonomi itu diperparah dengan rendahnya penyerapan tenaga kerja lantaran pemerintah daerah ketakutan mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK). Delik hukum pidana yang membayang-bayangi pengelolaan dana itu membuat pemerintah daerah seolah berdiri dengan satu kaki di dalam penjara.
Dalam konteks ini, politisi Batak itu memandang, selayaknya kesalahan tata kelola DAK tak diancam oleh hukum pidana, melainkan perdata. Hal itu lebih relevan dengan kebutuhan pemerintah untuk melakukan akselerasi program dan pembangunan, sehingga potensi penyerapan anggaran di daerah bisa cepat terserap.
Secara umum, Sahat menggarisbawahi bahwa persoalan mendasar di tengah cuaca global yang relatif sulit ini, yaitu persoalan bagaimana mengelola anggaran yang disediakan negara.
“ Anggaran bagi penegak hukum hendaknya diprioritaskan pada upaya pencegahan dan pengendalian, tanpa menakut-nakuti pemerintah daerah dalam mengemban amanat untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi
- Telkom Property Pastikan Optimalisasi Aset Properti Tetap Berjalan Sesuai dengan Tata Kelola dan yang Memenuhi Prinsip Value Creation
- PT. Telkom (Persero) Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas. Hadir di BATIC 2026 Melalui ignitePRO, TelkomGroup Bersiap Menjadi Pemain Segmen B2B ICT Terdepan di Kawasan