Kresna Dewanata Phrosakh : Tingkatkan Sarana Prasarana di Destinasi Wisata

Kresna Dewanata Phrosakh, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem (Nasional Demokrat)
Jakarta. Seputar Nusantara. Pada tahun 2016 ini, pemerintah Indonesia telah menetapkan 10 destinasi pariwisata unggulan Indonesia yang jadi prioritas.
Demi menarik wisatawan, tidak hanya wisatawan lokal namun juga wisatawan mancanegara, beberapa strategi sudah dipersiapkan pemerintah Indonesia dalam meningkatakan jumlah wisatawan.
Salah satunya adalah, rencana untuk terus menumbuhkan ‘Bali Baru’ di Indonesia, sehingga Indonesia tidak dikenal dengan Bali semata, dan seluruh Indonesia dapat dikembangkan sebagai tempat wisata baru.
Tentunya, tidak mungkin jika seluruh Indonesia dikembangkan secara bersamaan.
Melalui perencanaan dan target, pada tahun 2016 ini pemerintah telah menentukan 10 spot wisata yang jadi prioritas dan diunggulkan. Tempat-tempat wisata ini akan dikembangkan, berdasarkan dua hal dasar, yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, dan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata.
Menurut Kresna Dewanata Phrosakh, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem bahwa pada tahun 2014 dan 2015, Anggaran Kementerian Pariwisata sudah naik drastis. Kemudian dilakukan Branding, Advertising dan Selling. Dari ketiga aspek itu, pembagiannya untuk Branding 40%, Advertising 30% dan Selling 30%.
” Tetapi untuk saat ini, Anggaran Kementerian Pariwisata kan dipotong dan tidak mencukupi untuk mencover seluruhnya. Maka menurut saya, kalau Branding Destinasi Indonesia kan sudah cukup kuat. Jadi harapan saya, untuk Selling- nya ini yang diperkuat dan meningkatkan sarana dan prasarana di masing- masing Destinasi Wisata,” ungkap Kresna kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara I DPR RI- Senayan, pada Rabu 19 Oktober 2016.
Kresna memaparkan, kalau untuk Destinasi Bali itu sudah sangat terkenal dan kuat Brandingnya. Tetapi untuk 10 Destinasi utama lainnya, itu perlu diperkuat lagi. Contohnya untuk Destinasi Wisata di Dapilnya yakni Bromo, Tengger dan Semeru, disitu sarana dan prasarananya yang perlu ditambah dan ditingkatkan. Misalkan, untuk standar kualitas sarana prasarana umum seperti Toilet, kemudian Rest Area dan penginapan dll, ini perlu diperhatikan dan ditingkatkan.
” Sebetulnya itu yang perlu diperhatikan oleh Kementerian Pariwisata. Dengan begitu, saya yakin untuk target kunjungan Wisman 20 Juta pada tahun 2019 dan 2020 akan tercapai. Saya berharap, Kementerian Pariwisata lebih memperkuat Destinasi- Destinasi Wisata lainnya di Indonesia, sehingga target tersebut terpenuhi,” ungkap Kresna, Anggota DPR RI dari Dapil Kabupaten Malang dan Kota Malang- Jawa Timur ini.
Lebih jauh Kresna memaparkan, kalau untuk Destinasi Wisata Bali, Jogjakarta, Jakarta dan Batam itu tidak perlu dipromosikan karena sudah terkenal dan punya Brand. Tetapi, 10 Destinasi lainnya ini yang perlu ditingkatkan promosinya. Kalau untuk Wisatawan Nusantara sudah terpenuhi targetnya, yang perlu dikejar adalah kunjungan Wisatawan Manca Negara.
” Jadi yang perlu ditingkatkan adalah pertama sarana dan prasarana di Destinasi Wisata, dan ini harus berhubungan dengan semua Kementerian dan Lembaga lain. Kedua adalah SDM (sumber daya manusia), SDM ini tidak hanya pelaku Tour and Travel saja, tetapi kita berharap bahwa masyarakat yang menjadi Host di sebuah Destinasi juga harus siap. Katakanlah ada turis yang berbahasa asing, kemudian mengajak berbicara dengan masyarakat setempat, tetapi masyarakat setempat tidak bisa menjawab, ini merupakan nilai minus menurut saya,” tegasnya.
” Saya yakin dunia pariwisata Indonesia dapat menyumbang Devisa Negara terbesar. Untuk jangka menengah dan panjang, kita tidak ingin hanya bagus di packaging and advertising– nya saja. Ketika wisatawan hadir kemudian kecewa, maka tidak akan kembali. Karena sebenarnya, wisatawan juga merupakan media promosi wisata. Ketika hadir ke salah satu Destinasi di Indonesia, kemudian kembali ke negaranya membawa cerita yang bagus, maka itu merupakan promosi yang luar biasa. Surganya dunia itu ada di Indonesia, maka kita harus bisa menjadi yang utama di dunia,” pungkas Kresna Dewanata Phrosakh di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Hampir Seratus Kejadian Kebakaran di Kabupaten Purworejo Berhasil Dijinakkan oleh Pasukan Damkar. Sekarang Musim Panas Ekstrem, Masyarakat Dihimbau Hati- hati Terhadap Bahaya Kebakaran
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis
- InfraNexia dan XLSMART Perluas Sinergi Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jaringan Nasional. Manfaatkan Layanan Wavenexia, Metronexia, dan Infrastruktur Pasif Untuk Menjawab Pertumbuhan Kebutuhan Kapasitas di Berbagai Provinsi