logo seputarnusantara.com

Hampir Seratus Kejadian Kebakaran di Kabupaten Purworejo Berhasil Dijinakkan oleh Pasukan Damkar. Sekarang Musim Panas Ekstrem, Masyarakat Dihimbau Hati- hati Terhadap Bahaya Kebakaran

19 - Sep - 2026 | 19:00 | kategori:Headline

Keterangan foto : Slamet, S. IP.., Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Kantor Sat Pol PP dan Damkar (Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah (kiri) dan Galang, Petugas Lapangan Pemadam Kebakaran (kanan)

Purworejo. Seputar Nusantara. Kantor Satpol PP dan Damkar (Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah mempunyai berbagai tugas penting dalam rangka menegakkan Perda (Peraturan Daerah) dan juga menangani kebakaran serta penyelamatan non- kebakaran.

Menurut Slamet, S. IP.., Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Kantor Sat Pol PP dan Damkar (Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran) Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah bahwa kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Purworejo pada tahun 2026 ini memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Khusus untuk kejadian kebakaran lahan, peningkatannya sudah 2 kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang lalu.

” Seringnya kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Purworejo, dimungkinkan karena faktor cuaca yang sangat panas. Seperti kita ketahui bersama, sekarang ini sedang musim El Nino dimana cuaca sangat ekstrem, ini menjadi salah satu pemicu kebakaran khususnya kebakaran lahan,” ungkap Slamet kepada Media Online seputarnusantara.com di kantornya, pada Jumat 18 September 2026.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa disamping karena faktor cuaca yang sangat ekstrem, kejadian kebakaran juga terkadang disebabkan oleh human error. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat berhati- hari dalam menjalankan aktifitas sehari- hari, selalu cek kompor apakah ada kebocoran atau tidak, kabel- kabel jaringan listrik juga harus dipastikan dalam kondisi aman dan jangan membakar sampah sembarangan karena apinya dapat merembet ke tempat lain.

” Ketika terjadi kebakaran rumah, kami secepat mungkin mengamankan atau mengevakuasi orangnya terlebih dahulu, karena nyawa paling penting dan pertama untuk diselamatkan. Setelah memastikan orangnya selamat, baru kita kemudian fokus memadamkan api dan menyelamatkan harta bendanya,” terang Slamet.

Menurutnya, kejadian kebakaran yang terbaru dan menjadi perhatian publik setelah kebakaran Pabrik Unggulrejo Wasono antara lain : kebakaran rumah di Jatiwangsan- Kemiri, kemudian kebakaran di Bengkel Pangenrejo, setelah itu kebakaran di belakang pasar Baledono, dan di depan Polsek Kota Purworejo yang menimpa pedagang nasi goreng kemudian merembet ke rumah makan Sedap Malam dan bangunan di sekitarnya.

” Dalam menangani berbagai kejadian kebakaran di Purworejo, untuk armada Damkar sudah mencukupi. Namun masih terkendala dari jumlah personil, oleh karena itu jika terjadi kebakaran, baik itu personil Damkar yang sedang piket maupun yang tidak piket, seluruhnya kita terjunkan untuk berjibaku memadamkan api. Dan pada personil sangat antusias dalam memadamkan kebakaran,” tegas Slamet dengan gamblang.

Hambatan dalam pemadaman kebakaran, imbuhnya, ketika kejadian kebakaran di pemukiman yang padat penduduk dan juga sumber air untuk menambah stok air di tangki mobil pemadam. Ketika sumber air misalnya sungai jauh, maka kami mengandalkan air yang ada di tangki mobil Damkar. Namun ketika sumber air dekat, maka air bisa langsung disedot kemudian masuk ke mobil Damkar dan langsung disemburkan ke titik api.

” Khusus untuk kebakaran yang terjadi di area lahan, masyarakat harus lebih hati- hati, karena sekarang sedang musim panas. Jangan membakar sampah sembarangan, karena bisa memicu dan menyebabkan kebakaran. Jika terjadi kebakaran, segera hubungi Kantor Damkar Kabupaten Purworejo untuk ditangani dengan cepat,” ucap Slamet.

Sedangkan menurut Galang, Petugas Lapangan Pemadam Kebakaran Kantor Damkar Kabupaten Purworejo, bahwa dirinya terjun langsung memadamkan api pada kejadian 3 kebakaran besar yang terbaru tersebut. Kendala yang dihadapi antara lain : laporan ke Kantor Damkar Purworejo kurang cepat. Seharusnya begitu ada kejadian kebakaran, langsung segera lapor ke Kantor Damkar.

” Kendala lainnya saat pemadaman kebakaran adalah, banyaknya masyarakat yang menonton kebakaran dan memvideo kejadian, sehingga kami petugas Damkar justru terganggu dengan aktifitas mereka. Kemudian disitu juga banyak kendaraan bermotor yang parkir sembarangan, sehingga menghambat Damkar masuk ke lokasi kebakaran dan akses mengambil sumber air menjadi terhambat,” ungkap Galang saat mendampingi Kabid Damkar.

Saat pemadaman, lanjutnya, kita pastikan api tidak merembet ke sekitarnya. Oleh karena itu, fokus pemadaman ke titik api dan juga area sekitarnya. Dan yang penting juga adalah, ketika terjadi kebakaran, segera aliran listrik diputus, meteran diturunkan sehingga tidak terjadi korsleting listrik yang dapat menyebabkan api cepat membesar dan merembet ke area di sekitarnya.

” Ketika terjadi kebakaran, yang pertama harus dilakukan adalah lapor ke Kantor Damkar Purworejo. Kemudian kedua, putus aliran listrik dengan menurunkan meteran. Ketiga selamatkan nyawa terlebih dahulu, baru kemudian harta benda, dan keempat, sambil menunggu Mobil Damkar datang, padamkan api secara mandiri dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan keselamatan,” terang Galang.

Dihimbau kepada masyarakat Purworejo, sambungnya, ketika terjadi kebakaran dan masih ada orang di dalam rumah yang perlu ditolong, segera informasikan supaya dievakuasi terlabih dahulu orang tersebut. Nyawa lebih berharga daripada harta benda, maka selamatkan nyawa terlebih dahulu baru kemudian harta benda.

” Dengan keterbatasan personil Damkar di kami, walaupun jumlah personil terbatas, kita maksimalkan supaya respon cepat pemadaman kebakaran. Kita sudah bagi tugas dan masing- masing sudah memahami tugasnya, sehingga ketika memadamkan kebakaran sudah saling tahu apa yang harus dikerjakan,” pungkas Galang di penghujung wawancara dengan Media Online seputarnusantara.com

Data jumlah kebakaran di wilayah Kabupaten Purworejo dari bulan Januari hingga 18 September 2026 sejumlah 82, dengan rincian sebagai berikut :

  • rumah : 24
  • lahan : 35
  • tempat usaha : 8
  • kendaraan : 5
  • lain lain : 10
  • Jumlah kejadian yang tertinggi ada di wilayah Kecamatan Purworejo sejumlah 25 kali dan Kecamatan Kutoarjo sebanyak 10 kali. (Aziz)

BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

You must be logged in to post a comment.

Tulisan dengan Kategori Headline