Eddy Kusuma Wijaya : e-KTP Tercecer, Jangan Berpikiran Negatif Untuk Pemilu

Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Eddy Kusuma Wijaya, SH., MH., MM., Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan
Jakarta. Seputar Nusantara. Kasus tercecernya e-KTP (KTP elektronik) beberapa bulan yang lalu di Bogor- Jawa Barat dan Serang- Banten mendapatkan sorotan publik.
Demikian juga, Komisi II DPR RI yang salah satu mitra kerjanya adalah Kementerian Dalam Negeri yang bertanggungjawab terhadap masalah e-KTP.
Yang paling update beberapa hari yang lalu terjadi lagi kasus tercecernya e-KTP di daerah Duren Sawit- Jakarta Timur.
Kasus tercecernya e-KTP ini menjadi perhatian Wakil Rakyat di Senayan- Jakarta, karena hal ini menjadi perhatian publik dan menjadi issue nasional.
Menurut Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Eddy Kusuma Wijaya, SH., MH., MM., Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, bahwa kasus tercecernya e-KTP harus dicermati secara teliti dan jangan sampai menimbulkan pemikiran yang negatif.
” Pasca tercecernya e-KTP di Bogor, kami Komisi II DPR RI sudah melakukan investigasi baik ke Polres Bogor maupun tempat penampungan/ tempat pemusnahan e-KTP. Kemudian, kita juga melakukan dengar pendapat dengan Kemendagri. Jadi sebetulnya e-KTP yang tercecer tersebut merupakan e-KTP yang dianggap tidak valid,” ungkap Eddy Kusuma kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Senin 10 Desember 2018.
Eddy Kusuma memaparkan, e-KTP yang tidak valid tersebut karena datanya tidak sesuai dengan blangko aslinya atau tidak sesuai dengan kondisi pemilik e-KTP. Contohnya, salah menulis pekerjaan, nama, status atau alamat. Misal saat mendaftar masih lajang, tetapi setelah terbit e-KTP ternyata sudah nikah, jadi tidak sesuai antara yang tertera dengan fakta.
” Jadi, orang tersebut merasa tidak sesuai data dan fakta, kemudian dia melapor ke Dukcapil untuk pelurusan data di e-KTP. Oleh Dukcapil, e-KTP yang lama tersebut disimpan dan akan dimusnahkan. E-KTP yang tidak valid seluruh Indonesia ini dikumpulkan di gudang penyimpanan milik Kemendagri. Yang tercecer di Bogor ini sebenarnya akan dimusnahkan, tetapi karena dibawa dengan truck maka tercecer di jalanan,” terangnya.
Kemudian, lanjutnya, dalam keputusan rapat di Komisi II, Kemendagri akan menggunting atau memotong e-KTP yang tidak valid tersebut. Sehingga tidak menimbulkan kesan atau pikiran di masyarakat bahwa e-KTP tersebut akan digunakan untuk hal- hal tertentu, seperti Pemilu.
” Ini untuk diketahui oleh masyarakat, jangan punya pikiran negatif atas kasus tercecernya e-KTP tersebut. Sebab, masalah e-KTP ini selalu di Rapat kan dengan Komisi II DPR RI. Dan Pimpinan Komisi II DPR RI itu justru dari Partai- Partai non- Pemerintah. Jadi pengawasan oleh DPR sangat ketat. Jadi jangan punya pemikiran negatif atas kasus tercecernya e-KTP ini,” ucap Politisi PDI Perjuangan ini.
Kasus di Duren Sawit akhir- akhir ini, tegasnya, hanya persoalan teknis. Karena Mendagri sudah menginstruksikan agar e-KTP yang tidak valid supaya digunting/ dipotong, tetapi mengapa tidak dilakukan hal tersebut. Seharusnya e-KTP yang tidak valid digunting/ dipotong, sehingga tidak menimbulkan pemikiran negatif dari masyarakat.
” Pelaksana masalah e-KTP ini ada di tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/ Kota, sehingga saking banyaknya pelaksana, bisa jadi instruksi Mendagri tidak dilaksanakan dengan baik. Dan tidak semua petugas di lapangan, memahami betul apa yang sudah di instruksikan oleh Mendagri,” ungkap Eddy Kusuma.
Kalau di kemudian hari, lanjutnya, petugas di lapangan masih mengulangi hal tersebut, Komisi II DPR mengusulkan kepada Mendagri untuk menindak tegas petugas tersebut. Hal ini supaya ada efek jera dan tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama.
” Kalau ternyata dalam kasus tercecernya e-KTP ada tujuan- tujuan tertentu, karena ini tahun politik, maka kita mengusulkan kepada Mendagri untuk menindak tegas secara hukum petugas- petugas di lapangan yang ceroboh sehingga menimbulkan tercecernya e-KTP,” pungkas Eddy Kusuma Wijaya di penghujung wawancara. (Aziz)
BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Both comments and pings are currently closed.
Tulisan dengan Kategori Headline
- Peringati Hari Sungai dan World Cleanup Day, TelkomGroup Angkut 5,1 Ton Sampah dari Kali Krukut. Bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, TelkomGroup Melibatkan Karyawan dan Masyarakat Setempat Dalam Aksi Bersih Perairan di Sekitar The Telkom Hub
- Hampir Seratus Kejadian Kebakaran di Kabupaten Purworejo Berhasil Dijinakkan oleh Pasukan Damkar. Sekarang Musim Panas Ekstrem, Masyarakat Dihimbau Hati- hati Terhadap Bahaya Kebakaran
- Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber. SCALE Mengorkestrasi 13 Program Strategis Untuk Menyelaraskan Cara Kerja, Kapabilitas Teknologi, dan Agenda Transformasi di Seluruh TelkomGroup
- Dari Green Journey hingga Aksi Karbon, Begini Upaya Keberlanjutan yang Dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) Milik PT. Telkom (Persero) di BATIC 2026
- Promo Paket Merdeka Pemasangan Sambungan Rumah (SR) Baru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026, Diskon Rp 300 Ribu dan Berhadiah Umroh. Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo Bertekad Selalu Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat
- Polemik Seputar Tender Proyek di Purworejo Sebaiknya Disudahi, Supaya Pekerjaan Bisa Segera Dimulai Untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Pembangunan 2 Kantor Pemerintahan di Kabupaten Purworejo Dikebut Pekerjaannya Supaya Selesai Tepat Waktu, Schedule Percepatan yang Dibuat Bersama Supaya Ditepati dan Dijalankan dengan Disiplin oleh Penyedia Jasa
- Isu- Isu Miring Yang Beredar di Tengah-Tengah Masyarakat, Tidak Mempengaruhi Pelaksanaan Lelang di Purworejo, Karena Prosesnya Dijalankan Sesuai dengan Aturan Yang Berlaku
- Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth Untuk Market B2B ICT di Indonesia. Penghargaan KGI Tegaskan Kontribusi Telkom Solution Bagi Transformasi Digital di Berbagai Industri
- Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Milik PT. Telkom (Persero) Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026. Investasi Strategis di CYFIRMA Memperluas Kolaborasi Solusi Keamanan Siber yang Inovatif di Indonesia
- Anggota MPR RI Heru Tjahjono : Keadilan Sosial Harus Dibuktikan dengan Kesempatan yang Sama dalam Mengikuti Pelatihan Kerja
- Polemik tentang Lelang Proyek di Purworejo Dapat Menunda Pekerjaan dan Dapat Menghambat Pembangunan di Daerah Purworejo
- TelkomGroup Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement. Sediakan Fasilitas Water Refill Station Bagi Para Karyawan dan Memperkuat Kolaborasi Komunitas hingga Pelaku Usaha
- Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG. Pertahankan Predikat Bintang 5 Tiga Tahun Berturut-turut, Tegaskan Komitmen GRC sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis
- Polemik di Masyarakat Kabupaten Purworejo Terkait dengan Pemberitaan Mengenai Proses Tender, Sebaiknya Disudahi saja. Pihak- Pihak yang Memunculkan Polemik tersebut Sebaiknya Berhenti Memperpanjang Hal tersebut Karena Dapat Menciptakan Iklim yang Tidak Kondusif bagi Pembangunan Daerah
- FGD Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo Fokuskan pada Dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat 3 Juta Rumah dan Bimbingan Teknis tentang Inovasi SIPERUMBAKPUR
- Seluruh Proses dan Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Purworejo Sudah Sesuai Dengan Regulasi Yang Berlaku dan Pemenang Tender Sudah Memenuhi Syarat Yang Ditentukan
- Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo- Provinsi Jawa Tengah Selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan DESK Pencairan Bantuan Sosial RTLH Tahun 2026
- TelkomGroup Optimalkan Aset Properti, Pastikan Kepentingan Perusahaan Tetap Terjaga. Rencana Pemanfaatan Ruang di GMP Membuka Peluang Revenue Baru dari Konektivitas Digital
- Telkom- Public Expose Live 2026 : Strategi PT. Telkom (Persero) Jaga Momentum Pertumbuhan, Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital. Kinerja 1H26 Tumbuh Kuat, Didukung Monetisasi Bisnis Seluler, Disiplin Operasional, dan Optimalisasi Aset Strategis